Lukman

KENDARIPOS.CO.ID– Pemerintah Kabupaten Buton Tengah (Buteng) melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) terus memaksimalkan segala potensi untuk mendorong peningkatan pendapatan asli daerah (PAD). Sepanjang Januari-Oktober 2021, PAD dari sektor pajak telah mencapai Rp 2,44 miliar.

Kepala Bapenda Buteng, Lukman menggariskan realisasi pajak hingga Oktober telah mancapai 75,38 persen atau Rp 2,44 miliar dari target Rp 2,44 milia di tahun 2021. Penerimaan tersebut bersumber dari delapan item yakni pajak hotel, pajak restoran, pajak hiburan, pajak reklame, Pajak Penerangan Jalan (PPJ), pajak mineral bukan logam dan batuan, pajak Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB), serta Pajak Bumi dan Bangunan (PBB).

Penyumbang terbesar berasal dari PPJ yang sampai September 2021 mencapai Rp 1,55 miliar dari target Rp 1,92 miliar. Sementara itu, realisasi pajak restoran jauh melampaui target. Rencana Rp 22 juta, pihaknya berhasil mengumpulkan penerimaan sebesar Rp 213 juta.

Hal itu karena sejak tahun 2020 telah diterbitkan Perbup yang menjadikan bendahara organisasi perangkat daerah (OPD) sebagai wajib pungut berdasarkan rekomendasi Badan Pengawas Keuangan (BPK). “Pendapatan dari pajak restoran sempat menurun karena pandemi. Namun setelah adanya Perbup, nilainya meningkat signifikan. Bahkan Buteng berada dalam 10 besar untuk kenaikan penerimaan pajak restoran di seluruh kabupaten yang ada di Indonesia,” ungkapnya.

Menurut Lukman, jenis pajak yang memiliki potensi pemasukan terbesar yaitu PBB. Hingga Oktober, PBB baru menyumbang pendapatan daerah sebesar Rp 288 juta. Padahal target penerimaannya Rp 826 juta. “Kesadaran masyarakat kita untuk menunaikan kewajiban pajaknya memang masih rendah. Kadang kita lakukan uji petik untuk memastikan berapa banyak wajib pajak yang ada,” pungkasnya. (uli/b)

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.