Burhanuddin

KENDARIPOS.CO,.ID–Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Muna Barat (Mubar) menggenjot perekaman pembuatan Kartu Tanda Penduduk Elektronik (E-KTP). Sebanyak 56.769 warga Mubar wajib E-KTP. Namun baru 55.746 warga yang melakukan perekaman pembuatan identitas kependudukan digital itu. Artinya, 1.023 warga belum merekam.

Kepala Disdukcapil Mubar, Burhanuddin mengakui bila jumlah warga yang melakukan perekaman E-KTP masih dibawah target basional. Ditjen Disukcapil Kemendagri memberi target 99,2 persen dari jumlah wajib E-KTP warga Mubar. “Sampai dengan November 2021 jumlah perekam E-KTP baru 98,20 persen dari target nasional. Kita masih berada dibawah standar nasional satu persen. Ini yang akan kita kejar dan muda-mudahan ditahun ini bisa kita capai,” kata Burhanuddin saat ditemui di kantornya, Rabu (24/11).

Untuk memenuhi satu persen target nasional, Disdukcapil Mubar harus merekam 1.023 warga. Untuk memenuhi itu, pihaknya akan berkujungan ke pelosok guna melakukan perekaman. Khususnya pada wilayah kepulauan ataupun daratan yang jauh dari kantor Dukcapil Mubar. “Biasanya yang kita lakukan jemput bola di wilayah kepulauan. Ada juga di daratan tapi di wilayah yang jauh seperti di Kecamatan Wadaga,” ucapnya. “Kita harus lakukan jemput bola karena masih banyak masyarakat kita yang belum secara sadar datang melakukan perekaman. Kecuali mereka punya kepentingan, baru mau datang merekam,” sambung Burhanuddin.

Mantan Kadis Koperasi dan UMKM Mubar itu menambahkan, kebanyakan mereka yang belum melakukan perekaman E-KTP adalah pelajar. Penyebabnya, kata dia, kalangan pelajar bersekolah di kabupaten lain. “Anak-anak di Pulau Maginti, sekolah di Kabupaten Bombana. Anak-anak bagian Tiworo Utara sekolah di Konawe Selatan. Itu karena akses ke sekolah lebih dekat di sana ketimbag di Mubar. Makanya pada saat kita turun lapangan, kita rencanakan saat libur sekolah, sehingga pelajar kita yang sudah wajib E-KTP yang bersekolah di luar daerah bisa pulang kampung,” pungkasnya. (ahi/b)

Tinggalkan Balasan