S
KENDARIPOS.CO.ID — Kejahatan bisa terjadi kapan dan dimana saja. Apalagi di tengah situasi dan kondisi yang mendukung seperti lingkungan yang gelap. Atas dasar itu, Wali Kota Kendari, Sulkarnain Kadir menghadirkan program “Kendari Terang”. Program tersebut diharapkan bisa mencegah aksi kriminalitas di Kota Lulo.

Menurut Sulkarnain Kadir, program Kendari terang sangat penting untuk dilaksanakan melihat masih ada beberapa titik di daerah ini yang belum tersentuh dengan penerangan. Kondisi tersebut, lanjut dia, kerap dimanfaatkan oknum tak bertanggungjawab untuk melakukan aksi kriminalitas.

“Di malam hari itu banyak risiko. Mungkin awalnya tidak berniat untuk melakukan aksi kriminal, tetapi karena situasi kata bang napi, karena ada kesempatan jadi muncul niatnya. Kita berusaha agar niat itu tidak muncul. Makanya kita membuat kawasan kita terang dengan lampu penerangan jalan,” kata Sulkarnain Kadir usai melauching 15 titik pemasangan lampu di Kelurahan Watulondo, kemarin.

Selain untuk mencegah aksi kriminalitas, lanjut dia, pemasangan ribuan lampu diprediksi bisa mengurangi pengeluaran pemerintah dari sisi pembayaran pajak Penerangan Jalan Umum (PJU). Pasalnya, lampu yang digunakan adalah jenis lampu LED (Light Emitting Diode) yang dengan watt rendah yakni hanya sekira 70 – 120 watt dari lampu yang terpasang sebelumnya sebesar 250 watt.

“Kita gunakan lampu LED karena watt-nya lebih kecil tapi lebih terang, jadi lebih hemat. Kita pasang di beberapa titik yang tidak memiliki penerangan, termasuk beberapa objek wisata baru, itu kami hadirkan. Mudah-mudahan ini menambah kenyamanan masyarakat dalam beraktivitas, menambah rasa aman masyarakat,” kata Sulkarnain Kadir.

Pada kesempatan yang sama, Ketua DPRD Kendari, Subhan mengapresiasi program Kendari Terang yang diinisiasi Wali Kota Kendari. Menurutnya, program tersebut sangat efektif untuk mencegah potensi aksi kriminalitas di malam hari. “Tidak sedikit masyarakat kita yang beraktivitas di malam hari. Jadi kalau penerangannya baik, setidaknya akan timbul rasa aman bagi mereka,” kata Subhan.

Politisi PKS Kota Kendari itu mengungkapkan, sejak awal (2019) diajukan Wali Kota (program Kendari Terang), mayoritas anggota DPRD merespons dan mendukungnya. “Teman-teman (DPRD) sangat setuju dengan ide Wali Kota Kendari. Karena memang sudah jadi aspirasi masyarakat secara umum yang kami terima saat reses,” kata Subhan.

Senada, Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kelurahan Watulondo, Farida menyambut baik program Kendari Terang yang dihadirkan di lingkungannya. Menurutnya, program tersebut bisa menjawab aspirasi warga Watulondo yang selama ini menginginkan penerangan jalan.

“Sebelumnya kalau sudah jam 17.00 Wita, masyarakat sudah pada tinggal di dalam rumah. Mau keluar gelap, takut, apalagi kalau hujan sering ada kecelakaan tunggal, jatuh dan menelan korban jiwa. Belum lagi ancaman aksi kejahatan. Kalau sudah terang tentu para pelaku kejahatan segan untuk beraksi. Mewakili warga, saya sangat berterima kasih kepada Wali Kota Kendari yang sudah menghadirkan program Kendari terang di Watulondo,” kata Farida.

Sekedar informasi, tahun ini Pemkot bakal memasang sekira dua ribu lampu di beberapa titik yang tidak memiliki penerangan di Kota Lulo. Rencananya, tahun depan pemkot bakal memprogramkan sekira 4.000 lampu LED.

Kuat Karena Bersatu

Warga Kota Kendari sudah sangat heterogen. Beragam latar belakang etnis, bahasa dan budaya melingkupi kota yang dinakhodai Wali Kota Sulkarnain Kadir ini. Heterogenitas Kota Kendari itu hanya dapat dirawat dengan doktrin persatuan.

Wali Kota Sulkarnain Kadir mengatakan suatu daerah akan kuat jika masyarakatnya berada dalam bingkai persatuan bersatu. Membangun daerah tak bisa hanya oleh satu orang atau kelompok. Tapi seluruh masyarakat harus ambil peran. “Kita bangsa Indonesia, warga Sultra dan Kota Kendari akan kuat jika kita bersatu. Kita buktikan bahwa rongrongan dari manapun akan bisa kita hadapi jika kita menyatu,” ujarnya di hadapan Forkopimda se-Kota Kendari dalam acara ikrar deklarasi damai di Aula Waspada Polres Kendari, akhir pekan lalu.

Sulkarnain Kadir mengapresiasi deklarasi damai yang diinisiasi Polres Kendari. Menurutnya, Kendari sebagai kota bertakwa sudah seharusnya saling melengkapi. Sebagai ibu kota provinsi, masyarakat yang ada di Kota Kendari sangat majemuk. Seharusnya dengan keberagaman itu, warga Sultra saling mencintai sebagai saudara.

Wali Kota Kendari, Sulkarnain Kadir (berdiri) saat memaparkan Program Kendari Terang kepada warga Kelurahan Watulondo, kemarin. Program tersebut diharapkan bisa mencegah aksi kriminalitas pada malam hari. FOTO: AGUS SETIAWAN / KENDARI POS

“Momentumnya sangat tepat, bertepatan dengan hari kesaktian Pancasila. Sebagai wilayah yang heterogen, warga Kendari dari berbagai macam latar belakang sosial. Perbedaan merupakan hal biasa, yag terpenting kita menanamkan budaya toleransi dan hidup damai dalam kebhinekaan,” ungkap Sulkarnain.

Sementara itu, Kapolres Kendari AKBP Didik Erfianto mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mewujudkan situasi kamtibmas yang kondusif. “Kita berikrar merajut harmoni, merajut kebhinekaan dalam menciptakan kondisi yang kondusif,” ujarnya.

Mantan Kapolres Wakatobi itu menekankan bahwa kondisi saat ini menuntut semua masyarakat bergerak dan bahu membahu dalam keberagaman. “Tanpa ada dukungan dari masyarakat, kita tidak bisa ciptakan kondisi yang kondusif di kota Kendari ini,” tutupnya. (ags/ndi/b)

Kapolres : Berikrar Merajut Harmoni, Merajut Kebhinekaan