ZULFADLY NUR/KENDARI POS
SIDANG SINODE : Wagub Sultra, Lukman Abunawas memukul gong sebagai tanda dbukanya Sidang Sinode XVIII di didampingi Bupati Kolaka, Ahmad Safei (keempat dari kiri), kemarin.

KENDARIPOS.CO.ID– Setelah sempat ditunda karena pandemi Covid-19, Gereja Protestan di Sulawesi Tenggara (Gepsultra) akhirnya dapat menggelar Sidang Sinode XVIII di Kabupaten Kolaka, Rabu (6/10). Kegiatan tersebut dihadiri sejumlah pejabat Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sultra dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kolaka dan pendeta yang berasal dari berbagai daerah.

Wakil Gubernur Sultra, Lukman Abunawas, yang membuka kegiatan tersebut, mengungkapkan, pihaknya mendukung pelaksanaan sidang sinode dan berharap kegiatan tersebut dapat berjalan lancar. Menurut Lukman, warga Gepsultra mempunyai peran yang cukup besar dalam menjaga kondusifitas di Bumi Anoa.

“Berdasarkan angka statistik, umat Kristiani adalah yang terbesar kedua di Sultra dan warga Gepsultra tersebar pada 231 kecamatan. Gepsultra berperan menjaga kondusifitas dengan cara memberikan bimbingan kerohanian pada masyarakat, terutama kepada generasi muda. Jadi, Jemaat di Gepsultra ini adalah aset daerah, bangsa dan negara,” tuturnya.

Tidak hanya itu, kata Lukman, program Gepsultra selalu menyentuh langsung ke masyarakat seperti pemberian bantuan pada warga miskin. “Ini sejalan dengan program Pemprov Sultra yang tertuang dalam Garbarata,” ujarnya. Sebagai bentuk dukungannya terhadap Jemaat Gepsultra, Lukman berjanji akan membantu pembangunan Gedung Sinode Gepsultra. “Silakan masukan proposalnya, saya akan kawal itu,” janjinya.

Dukungan terhadap kegiatan Gepsultra juga disampaikan Bupati Kolaka, H. Ahmad Safei. Kolaka-1 itu mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia berharap, dengan suksesnya acara tersebut maka toleransi di Sultra, khususnya di Bumi Mekongga dapat terus berjalan dengan baik. “Mari kita sukseskan Sidang Sinode ini. Kita harus terus bergandengan tangan untuk menunjukkan bahwa Sultra ini adalah daerah yang ramah,” pesannya.

Sementara itu Ketua Panitia Kegiatan Sidang Sinode XVIII Sultra, Harun Masirri, melaporkan, pelaksanaan kegiatan tersebut untuk mengevaluasi laporan pertanggungjawaban Badan Pekerja Majelis (BPM) Sinode periode 2016-2021 serta menetapkan tata Gereja Protestan di Sultra serta PTPG. Selain itu, juga akan menetapkan rencana kerja lima tahun Gepsultra. “Pada kesempatan ini juga akan dilakukan pemilihan BPM serta memilih Badan Pengawas dan Pemeriksaan Perbendaharaan Gepsultra periode 2021-2026. Kami juga akan memilih Majelis Pertimbangan Sinode (MPS). Pelaksanaan kegiatan ini hingga 8 Oktober 2021,” paparnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kolaka itu mengungkapkan, peserta sidang sinode kali ini berjumlah 200 orang yang terdiri dari mitra luar negeri dan berbagai utusan diantaranya dari PGI wilayah Sulselbar, serta utusan dari jemaat-jemaat dan bakal jemaat se-Gepsultra. Ia menegaskan, pelaksanaan sidang sinode kali ini juga menerapkan protokol kesehatan (Prokes) Covid-19 yang sangat ketat.

“Persyaratan peserta yang hadir harus dalam kondisi sehat dan sebelum memasuki tempat kegiatan kami lakukan pemeriksaan Prokes ketat oleh tim kesehatan. Dimana suhu tubuh peserta diperiksa dan tidak boleh lebih dari 37,3 derajat celcius. Peserta juga telah divaksin minimal dosis I. Tak hanya itu, peserta juga harus memperlihatkan bukti swab antigen dengan hasil negatif serta swab PCR negatif bagi yang berasal dari luar Sultra,” pungkasnya. (b/fad)