FOTO: MUH. ABDI ASMAUL AMRIN/KENDARI POS
Direktur Utama Kendari Pos Irwan Zainuddin (kanan), Direktur Kendari Pos La Ode Diada Nebansi (kiri), Wali Kota Kendari Sulkarnain Kadir (tengah), saat bincang dalam giat Teporombua 2021 di Aula Graha Pena Kendari Pos, Selasa (5/10).

–Lewat Teporombua, Wali Kota Sulkarnain Libatkan Masyarakat dalam Pembangunan

KForum dialog Teporombua menjadi ajang warga Kota Kendari menyampaikan unek-uneknya. Ada yang mengapresiasi hasil pembangunan Pemkot Kendari. Ada pula yang menyampaikan aspirasi kebutuhan warga di kelurahan. Mulai pelayanan air bersih PDAM yang masih kurang optimal, dana Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) hingga memadainya infrastruktur penerangan jalan. Dialog Teporombua menjadi wadah cerdas menata Kendari
lebih komprehensif
.

Masyarakat yang hadir dalam Teprombua antusias menyampaikan aspirasinya. Mereka bergiliran berbicara. Sahrir, warga Kelurahan Mandonga mengapresiasi kinerja Wali Kota Kendari yang dampaknya sangat berefek besar terhadap masyarakat khususnya Kelurahan Mandonga. “Mohon supaya peningkatan pelayanan air bersih PDAM agar lebih ditingkatkan sebab selama ini masih kurang optimal,” ujarnya dalam forum Teporombua di Graha Pena Hall Kendari Pos, Selasa (5/10) kemarin.

Ketua Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) Kelurahan Lalolara Kecamatan Kambu, Mursalim, mengapresiasi kinerja kerja Wali Kota Sulkarnain dalam menghidupkan ekonomi di Kota Kendari. Wali Kota menghadirkan investor untuk berinvestasi. Selain itu, tahun ini ada program kementerian hadir di Kota Kendari. Kelurahan Lalolara memperoleh pekerjaan proyek senilai Rp1 miliar. “Proyek itu sedang dikerjakan, bulan ini akan dituntaskan,” ujar Mursalim.

Mewakili BKM se-Kota Kendari, Mursalim mengapresiasi capaian Sulkarnain. BKM sebagai mitra pemda dalam membangun infrastruktur, meminta agar ke depan bukan saja Kelurahan Lalolara dan Anggoeya yang mendapatkan dana BKM. “Banyak ketua BKM kelurahan yang mengeluhkan. Jadi kalau bisa semua BKM di Kota Kendari harus dapat. Mudah-mudahan 2022 lebih banyak BKM yang mendapatkan suntikan anggaran,” pinta Mursalin.

Ketua RT Kecamatan Poasia, Yamin Baso mengusulkan penambahan infrastruktur lampu jalan khususnya di bagian lorong-lorong. Ini sangat erat kaitannya dengan keamanan warga. “Program-program Wali Kota Sulkarnain sangat membantu khususnya lampu jalan. Tinggal ditingkatkan agar lorong-lorong juga tersentuh lampu jalan,” kata Yamin Baso.

Ia juga mengusulkan kantor kelurahan yang butuh sentuhan perbaikan. Pembenahan kantor itusangat penting untuk menunjang pelayanan masyarakat. “Tak kalah pentingnya semua tokoh baik tokoh adat, masyarakat, pemuda dan tokoh agama agar duduk bersama membicarakan mengenai stabilitas keamanan. Agar kota kita semakin damai dan jauh dari kisruh yang meresahkan masyarakat,” ujarnya.

Menanggapi aspirasi warga, Wali Kota Kendari Sulkarnain mengakui pelayanan air bersih masih kurang maksimal. Eksistensi PDAM belum seperti yang diharapkan. Pemkot Kendari tidak tinggal diam. Sejak 2019, pihaknya sudah mencari cara agar PDAM optimal melayani kebutuhan masyarakat.
“Kita sudah menemukan pola agar PDAM bisa lebih baik. Karena kondisi sekarang ini pipanya sudah tua, rapuh, dan gampang pecah, patah. Jika tidak mendapatkan pelayanan yang rutin bahkan hingga dua minggu tidak mengalir, karena kerusakan tadi penyebabnya. Termasuk warna airnya keruh, atau coklat, itu semua fakta dan saya tidak akan membantah,” kata Sulkarnain, Selasa (5/10).

Tahun 2020, PT. Adi Karya, salah satu BUMN bersedia membantu. Proposal sudah tuntas dan anggarannya telah siap sekira Rp380 miliar. Prosesnya sempat tertunda akibat covid, namun tetap akan berjalan. Kemudian sumber air yang semula di Pohara, Sampara akan dipindahkan ke Tabanggele. Jarak sumber air baku di Pohara ke Kota Kendari sekira 18 kilometer dan itu masuk di wilayah Kabupaten Konawe. Sementara di Tabanggele hanya sekira 8 kilometer. Jalurnya pun tidak melalui jalan raya. “Mudah-mudahan Kabupaten Konawe menyetujui pembangunan di Tabanggele. Jika Bupati Konawe menyetujui, maka PT. Adi Karya siap membangun sumber air baku dengan durasi satu tahun tiga bulan,” harapnya.

Mengenai dana BKM, Wali Kota Sulkarnain memang tidak semua BKM dapat anggaran. Harus dipahami, bahwa sumber dananya dari pemerintah pusat bukan Pemkot Kendari. Pemkot hanya mengusulkan dan tidak bersifat “memaksa”. Namun kadang kala pula di daerah tidak memenuhi semua persyaratan. Karena itu, Sulkarnain mengimbau agar BKM-BKM bertanya dan belajar kepada BKM yang sudah berpengalaman memperoleh anggaran.

Bagi BKM yang telah mendapatkan anggaran dari pusat, Wali Kota Sulkarnain meminta agar menjaga kepercayaan tersebut. Karena jika bagus laporannya, pekerjaan fisiknya sesuai maka bukan tidak mungkin akan dapat kesempatan lagi. “Misalnya di Bungkutoko, hasilnya bagus. Ketika kita usulkan untuk Lapulu, akhirnya dapat. Dari seluruh Indonedia, Kota Kendari satu-satunya yang dapat. Saya hadir langsung melalui zoom,” jelas Sulkarnain.

Menyangkut penerangan jalan, Wali Kota Sulkarnain berjanji akan ada penambahan 1.000 lampu. Ini semua karena kerja bersama dan memenuhi ketentuan-ketentuan yang disyaratkan. Karenanya jika dalam mengurus sesuatu mesti dipenuhi dengan baik. “Jangan mengeluh atau mengomel. Tetapi kerja dan selesaikan dengan gembira. Setelah itu akan datang hasil terbaik,” tutup Sulkarnain.

Sementara itu, Direktur Utama Kendari Pos Irwan Zainuddin mengatakan, siap bersinergi membantu Pemkot Kendari dalam menyukseskan program pembangunan yang dicanangkan. Tentunya sesuai kaidah kode etik kerja media. “Kendari Pos senantiasa siap menjadi mitra terbaik Pemkot Kendari dalam menayangkan informasi ke publik terkait progres pembangunan dan kemajuan ibu kota Sultra,” kata Irwan Zainudin. (ali/b)