Wakil Bupati (Wabup) Muna Bachrun

KENDARIPOS.CO.ID– Eksistensi bahasa daerah Muna mulai dikhawatirkan tak akan bisa bertahan di masa-masa mendatang. Penutur bahasa Muna saat ini dinilai semakin berkurang, utamanya di kalangan masyarakat perkotaan. Olehnya itu, Wakil Bupati (Wabup) Muna Bachrun mengusulkan penggunaan bahasa Muna dalam berkomunikasi di lingkup Pemkab Muna.

Sebab ia melihat fenomena minimnya penggunaan bahasa dalam kehidupan sehari-hari di tengah masyarakat. Ia mengaku khawatir terhadap keberadaan bahasa Muna yang bisa sewaktu-waktu punah jika tidak dilakukan perubahan pola komunikasi.

“Ada satu gejala serius di tengah masyarakat kita, hampir setiap anak muda tidak lagi berkomunikasi dengan bahasa Muna. Bahkan lebih menyedihkan, mereka juga tidak bisa bertutur dan tidak mengerti lagi dengan bahasa daerahnya. Fenomena ini sangat jelas terlihat di wilayah Raha,” jelasnya.

Ia menerangkan memang tidak ada data valid mengenai presentasi penutur bahasa Muna di tengah masyarakat. Namun tidak sulit menemukan fakta jika bahasa daerah sudah jarang dipakai dalam percakapan sehari-hari di masyarakat. Bukan tidak mungkin, masyarakat Muna akan kehilangan kekayaan budaya paling berharganya suatu saat nanti.

“Kita semua, pasti tidak ingin kehilangan bahasa Muna, tetapi gejala itu sudah muncul,” paparnya.

Sebagai langkah awal, Bachrun mengaku mewacanakan penggunaan bahasa daerah di internal birokrasi Pemkab Muna. Paling tidak bisa dilakukan satu hari dalam setiap pekan. Hal itu untuk memantik kembali kesadaran birokrasi terhadap upaya pelestarian bahasa daerah. “Ini baru rencana dan akan kita komunikasikan. Mudah-mudahan bisa terealisasi,” imbuhnya. (ode/b)