DOK. ASTY NOVALISTA/KENDARI POS
BALIK NAMA : Meskipun sudah resmi menjadi aset Pemkab Wakatobi, namun sertifikat tanah Bandara Maranggo masih tertulis sebagai hak milik Buton. Sehingga saat ini proses pengalihannya sedang dilakukan
.

KENDARIPOS.CO.ID– Selain draf kerja sama antara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Wakatobi dan PT Dive Resort, pengalihan nama sertifikat lahan Bandara Maranggo yang sebelumnya berstatus milik Buton, juga telah diusulkan. Setelah aset tersebut resmi menjadi milik Pemkab Wakatobi, Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) langsung mengurus pengalihan nama sertifikat. Sayang, hingga saat ini belum ada tanggapan dari Kantor Pertanahan Wakatobi.

Kepala Bidang Aset, BPKAD Wakatobi, Dendi, membenarkan usulan pengalihan nama sertifikat tersebut belum mendapat respon. Alasannya, saat ini, pihak Pertanahan Wakatobi sibuk mengurus pendaftaran tanah sistematis lengkap (PTSL) di Pulau Tomia dan personel yang menangani masalah tersebut masih sangat minim. “Belum ada tanggapan hingga sekarang. Selain ada kegiatan PTSL, personel mereka juga sangat terbatas. Tapi kita akan tetap mengupayakan hal ini. Karena pengalihan nama ini sangat penting,” terang Dendi, Minggu (24/10).

Selain hal ini, pihaknya juga melakukan pengurusan penertiban aset Pemkab Wakatobi termasuk sekolah hingga kantor desa. Namun, pengalihan tersebut belum diproses hingga sekarang. “Jadi untuk aset ini belum diproses. Karena lahannya di atas 10 hektare, maka harus melibatkan Badan Pertanahan Provinsi. Ini sama halnya dengan pengurusan lahan Bandar Udara Matahora sebelumnya. Pengalamannya seperti itu,” tamba Dendi.

Bandara yang terletak di Pulau Tomia dengan luas tanah 324.400 M2 diserahkan dengan mengacu pada undang-undang nomor 23 tahun 2003 tentang pembentukan kabupaten baru yakni Wakatobi, Bombana dan Kolaka Utara di Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra). Pada pasal 16 ayat (1) huruf b, ditentukan bahwa Bupati Buton menginventarisir, mengatur dan melaksanakan penyerahan sesuai peraturan perundang-undangan kepada Pemkab Wakatobi.

Penyerahan aset ini sudah dilakukan pada tanggal 7 Juni 2021 lalu. (c/thy)