Ilustrasi

KENDARIPOS.CO.ID– Angka penderita stunting di Kabupaten Wakatobi memang telah mengalami penurunan hingga 6 persen. Namun, upaya pengendalian dan penurunan lebih maksimal, terus dioptimalkan. Salah satu cara yang dilakukan pihak Dinas Kesehatan (Dinkes) Wakatobi adalah dengan melakukan kegiatan intervensi spesifik dan pada lintas sektoral dengan intervensi sensitif. Kebijakan tersebut diharapkan bisa mencegah dan mengurangi jumlah penderita stunting.

Kepala Dinkes Wakatobi, Muliaddin, optimis angka stunting bisa kembali turun pada 2021 ini dan tahun mendatang. Khususnya pada 28 desa yang jumlahnya masih sangat tinggi. Desa-desa yang memiliki angka stunting di atas 20, 30 hingga 40 prevalensi, ditargetkan bisa menyamai puluhan desa lainnya yang sudah berhasil menurunkan angka stunting.

“Harapan kita semua pihak terkait dan seluruh masyarakat sama-sama melakukan kegiatan-kegiatan intervensi yang bertujuan pengendalian dan penurunan stunting,” terang Muliaddin, Senin (4/10). Intervensi lintas sektoral meliputi kegiatan kebersihan lingkungan, konseling kesehatan gizi hingga kesehatan ibu dan anak. “Lalu di Ketahanan Pangan dan Pertanian, bisa memerhatikan kebutuhan pangan dan gizi. Sehingga secara sinergi, kita bersama-sama berharap penurunan prevalensi stunting di Kabupaten Wakatobi,” tambahnya.

Upaya tersebut sudah dilakukan sejak empat tahun lalu dan dinilai cukup berhasil. “Jadi, tujuan kita untuk mencegah dan menurunkan bisa dicapai bersama-sama. Sejak tahun 2017 lalu hingga sekarang, angka stunting di Wakatobi sudah turun sekira 6 persen,” bebernya.

Salah satu strategi lain yang digunakan pihak Dinkes, dengan menguatkan peran kader, terutama dalam pelaksanaan kegiatan di Posyandu. Jika hal ini dan kerja sama lintas sektor maksimal, maka tidak menutup kemungkinan angka stunting sekitar 20 persen bisa kembali menurun. (c/thy)