Kepala Dinas Ketahanan Pangan Konawe, Muhammad Akbar

KENDARIPOS.CO.ID– Bantuan pembuatan unit penggilingan padi dari Pemerintah Pusat akan kembali diterima warga Konawe pada tahun 2022 mendatang. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) sudah mendapat kepastian dari Kementerian Pertanian (Kementan) soal stimulasi dari dana alokasi khusus (DAK) tersebut. Bantuan itu adalah pembangunan tujuh unit alat penggilingan padi lengkap dengan mesin pengering (dryer).

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Konawe, Muhammad Akbar, mengatakan, sebenarnya mereka mengusulkan bantuan pembuatan alat penggilingan padi untuk tahun depan ke Kementan untuk 14 kelompok tani. Namun setelah diverifikasi di pusat, hanya tujuh kelompok tani yang diakomodasi mendapat bantuan tersebut. “Alhamdulillah tahun 2022 dengan mulai normalnya perekonomian Indonesia, kami akan dapat tujuh unit lagi.

Anggarannya ditransfer langsung ke rekening kelompok tani. Mudah-mudahan kalau tidak ada perubahan, angkanya itu sudah menjadi Rp 1 miliar dari sebelumnya Rp 500 juta. Itu sudah dilengkapi dryer. Memang permasalahan di penggilingan, pada saat panen musim hujan, gabah menjadi rusak,” ujar Muhammad Akbar, Kamis (14/10).

Mekanisme pengusulan bantuan pembuatan unit penggilingan padi itu, lanjut Muhammad Akbar, serupa dengan pengusulan tahun sebelumnya. Kelompok tani yang diusulkan yakni mereka yang kurang dapat mengakses operator penggilingan besar pada wilayah sentra produksi beras di Konawe. Dana bantuan yang bersumber dari DAK itu, nantinya dipakai membangun gudang serta fasilitas lain, termasuk lantai jemur dan dryer.

“Ini bagian dari menjaga surplus beras. Kami harapkan kedepan harga gabah bisa stabil. Satu yang belum bisa kami normalkan di Ketahanan Pangan adalah, bagaimana membuat harga dasar gabah bisa tetap, sehingga petani tidak terlalu banyak dipermainkan. Pemkab Konawe harus masuk ke area ini dengan melibatkan Perusahaan Daerah (Perusda). Jika Perusda tidak dilibatkan dan sebatas mengandalkan Bulog sebagai operator, maka pasti susah kita menstabilkan harga gabah,” pendapat Akbar (c/adi)