–Takziah Tujuh Hari Wafatnya Ibunda Hj.Wa Nazia


KENDARIPOS.CO.ID — Rasa sedih masih dirasakan Gubernur Sultra H.Ali Mazi. Pekan lalu ia kehilangan sosok yang disayanginya Hj.Wa Nazia Binti La Umara, ibunda tercinta yang kembali ke pangkuan Sang Khalik, Allah SWT, Kamis (7/10) malam lalu,. Selain meninggalkan duka mendalam, kepergian sang bunda rupanya merefresh ingatan Ali Mazi soal kenangan bersama almarhumah. Seperti nasehat ibundanya yang senantiasa mengilhami dirinya memimpin Sultra.

“Beliau adalah panutan sejati. Dengan segala keterbatasan pada saat itu, terlebih sepeninggal ayah kami yang telah lebih dahulu dipanggil sang pencipta, beliau dalam suka dan duka terus sabar membimbing kami agar menjadi orang yang sukses dan dapat bermanfaat bagi keluarga, agama, masyarakat, bangsa dan negara,” kata Ali Mazi dalam acara takziah hari ketujuh wafatnya sang ibunda di Pasarwajo, Kabupaten Buton, Kamis (14/10) kemarin.

Ali Mazi

Nasehat-nasehat sang ibunda, layaknya pedoman yang memandu gerak langkahnya menjalankan tugas pengabdian kepada masyarakat dan daerah Sultra. Gubernur Ali Mazi menganggap, ibunya sebagai sang motivator, yang terus memberikan dorongan, motivasi, dan nasehat-nasehat kebaikan dalam mengarungi dan menghadapi persoalan hidup.

“Khusus kepada saya pribadi sebagai anak tertua dari tujuh bersaudara, beliau terus memberikan petuah-petuah. Apalagi sejak saya terpilih sebagai Gubernur Sultra periode pertama (2003-2008) dan periode kedua sekarang ini (2018-2023). Pesan beliau agar menjalankan tugas pengabdian dengan jujur, ikhlas, tekun, dan ulet,” ujar Ali Mazi.

Nasehat-nasehat tersebut yang mengilhami dan mengawal gerak langkah Gubernur Ali Mazi dalam melaksanakan tugas pengabdian kepada masyarakat dan daerah sultra, serta bangsa dan negara.
Bagi Ali Mazi, sang ibunda adalah seorang ibu yang menjalankan tugasnya dengan sangat luar biasa. Ibu yang mengandung, berjuang melahirkan, merawat dan membesarkan anak-anaknya dengan penuh keihklasan, kesabaran, dan penuh kasih sayang.

Siapapun pasti bersedih dan tidak mudah menerima kenyataan kehilangan orang yang kita cintai. Secara pribadi, Ali Mazi merasakan betapa sedih dan beratnya kehilangan. Bulan Juli lalu, sang istri tercinta, almarhumah Ibu Agista Ariany Bombay berpulang ke Sang Khalik, Allah SWT.

Kehilangan dua sosok penting dalam hidup adalah ujian yang amat berat. Namun, dirinya tidak bisa terus larut dalam kesedihan sebab masih mempunyai tanggung jawab besar sebagai orang tua bagi anak-anaknya, sebagai kakak dari adik-adiknya, dan tanggung jawab sebagai Gubernur.

Gubernur Ali Mazi meminta dukungan semua komponen masyarakat dalam melaksanakan tugas dan kewajibannya. “Saya harus tetap semangat menjalani kehidupan ini. Saya harus tegar dan terus konsentrasi melaksanakan tugas dan tanggung jawab yang diamanahkan oleh orang tua, masyarakat Sultra, dan pemerintah kepada saya,” tegas Gubernur Ali Mazi.

Untuk diketahui, takziah hari ketujuh wafatnya ibunda Ali Mazi juga digelar di Kota Kendari. Sejumlah tokoh dan pejabat publik hadir dan terkoneksi acara takziah di Pasarwajo secara daring. Sementara itu di Pasarwajo, sejumlah kepala daerah turut hadir. Bupati Buton La Bakry, Wali Kota Baubau AS Tamrin, Bupati Buton Utara Ridwan Zakariah, Bupati Wakatobi Haliana, Bupati Muna Barat Achmad Lamani, dan Bupati Buton Selatan La Ode Arusani. Tokoh masyarakat turut hadir seperti mantan Bupati Buton Syafei Kahar dan Samsu Umar Abdul Samiun, serta mantan Wakil Bupati Buton Ali Laopa. (ags/b)

Ali Mazi Meminta Dukungan Masyarakat dalam Melaksanakan Tugas