ELYN IPO/KENDARI POS
PERTAHANKAN TRADISI : Bupati Buton, La Bakry (kedua dari kiri) saat menghadiri pesta Kampung Lawele yang menjadi tradisi syukur panen tahunan masyarakat di Buton.

KENDARIPOS.CO.ID– Pesta Kampung Lawele menjadi tradisi tahunan yang selalu dinanti masyarakat Buton. Seremonial adat itu selalu menyuguhkan kekompakan dan persaudaraan yang intim antar warga kampung. Kehadiran para pejabat daerah juga membuat suasana pesta semakin khidmat dan meriah. Seperti yang tersaji pada Sabtu pagi hingga malam (16/10) lalu.

Bupati Buton, La Bakry, mengungkapkan rasa syukur dan berbahagia atas antusias masyarakat saat mengadakan pesta panen, sebagai wujud syukur masyarakat atas limpahan hasil pertanian dan perikanan. “Ini menjadi kali kedua pesta kampung diadakan dalam suasana pandemi. Tetapi kita terus bersyukur karena rezeki melimpah dan cukup untuk kebutuhan,” katanya.

La Bakry juga turut memimpin doa agar seluruh pelosok negeri, khususnya Buton dianugerahi panen melimpah, keamanan dan ketertiban tetap dirasakan seluruh warga. “Untuk Buton yang aman damai dan tentram, mari kita selalu mendoakannya. Dengan suasana itu kita bisa hidup dan bermasyarakat dengan nyaman,” tambah La Bakry.

Buton-1 itu memang selalu hadir dalam pesta adat. Bahkan rela menunda acara lain demi menyaksikan tradisi yang lestari itu. Konsistensi dukungan La Bakry itu membuatnya masyarakat memberinya gelar kehormatan, Tokoh Adat Kadiena Lawele. Dengan atribut “kampurui” hitam bergaris kuning emas, La Bakry pun dikukuhkan pada pesta adat itu.

Atas anugerah itu, Ia menyampaikan rasa terima kasih kepada masyarakat, tokoh adat dan parabela setempat.
“Malam ini saya merasa bangga atas pengukuhan ini. Semoga kita semua selalu diberi nikmat kesehatan, hingga pada tahun-tahun yang akan datang masih akan tetap bertemu walaupun dalam suasana yang berbeda,” kata Bupati Buton.

Ia menegaskan, lestarinya tradisi pesta kampung itu bisa menjadi modal pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Lawele, Laguntunturu, Nambo (Laguna). Zona itu akan mendorong pertumbuhan daerah dalam mewujudkan visi daerah sebagai kawasan bisnis dan budaya, nantinya.

“Budaya sudah menjadi ciri khas kita sejak zaman kesultanan. Ini menjadi identitas daerah kita yang bisa ikut mendukung perkembangan daerah ke depan, baik dari segi budaya maupun bisnisnya,” sambungnya dalam pesta adat yang turut dihadiri Wakapolres Buton, Kompol Muslimin, Dandim 1413, Letkol Arm. Muhammad Faozan, serta tokoh lainnya. (b/lyn)