FHIL UHO FOR KENDARI POS
Suasana pelatihan borang akreditasi berbasis instrumen akreditasi Prodi.

KENDARIPOS.CO.ID– Fakultas Kehutanan dan Ilmu Lingkungan (FHIL) Universitas Halu Oleo mendorong peningkatan pemahaman sekaligus penyamaan persepsi antarsivitas akademika, khususnya dalam mengisi dan menyusun borang akreditasi. Upaya telah dilakukan melalui pelatihan borang akreditasi berbasis instrument akreditasi program studi (IAPS) 4.0, yang dilaksanakan selama dua hari, yakni 25-26 Oktober 2021 lalu.

Kegiatan ini diikuti 40 peserta yang berasal dari unsur pimpinan FHIL, dosen dan tenaga kependidikan FHIL serta para ketua lembaga kemahasiswaan lingkup FHIL. 

Mewakili Rektor UHO, Prof. Dr. Muhammad Zamrun Firihu, S.Si., M.Si., M.Sc.,  Wakil Rektor  II UHO, Prof. Dr. Weka Widayati, M.Si., mengatakan akreditasi menjadi satu tolok ukur dari sebuah nilai program studi dan institusi. Tentu FHIL patut diapresiasi sebab telah menangkap peluang untuk meningkatkan capacity building fakultas. Terlebih pengisian instrumen membutuhkan bukti nyata berupa kerja sama dengan para pihak, karena borang merupakan tanggung jawab bersama sivitas akademika dan bukan tanggung jawab perorangan. 

“Mewakili pimpinan UHO kami memberikan apresiasisi pada FHIL sebagai solusi untuk meningkatkan akreditasi melalui koordinasi dengan LPPM UHO. Semoga ini dapat menjadi pengalaman berharga melalui pencerahan dari para pemateri, ” kata Prof. Weka, kemarin.

Dia pun menjelaskan akreditasi bukan lagi sebuah kewajiban yang harus dijalankan, namun akreditasi sudah menjadi sebuah kebutuhan yang harus dilaksanakan oleh setiap Fakultas guna meningkatkan kualitas pembelajaran ataupun pelayanan dalam setiap proses di ranah program studinya. 

“Kita berharap melalui pelatihan ini, dapat menjadi dorongan penjamin mutu FHIL UHO, sehingga para sivitas akdemika memiliki frekuensi yang sama mengenai borang akreditasi, ” harapnya. 

Di tempat yang sama Dekan FHIL UHO, Prof. Dr. Ir. Aminuddin Mane Kandari, M.Si. mengatakan FHIL harus  bekerja keras untuk meningkatkan akreditasi dari B menjadi unggul. Bahkan pada tahun 2022 ditargetkan FHIL bakal naik akreditas unggul. 

“Tentunya tujuan baik ini perlu peran dan dukungan semua pihak terutama partisipasi dan kerjasama seluruh civitas akademika yang tentu amat penting untuk mendorong  peningkatan akreditasi FHIL  dengan berpegang pada motto ‘Bersama Kita Bisa, dari Kita untuk Semua’, “kata Aminuddin. 

Selain kegiatan pelatihan borang akreditasi berbasis  IAPS 4.0 , dalam kegiatan ini juga dilakukan  penandatanganan kerja sama dengan pihak Dinas Kehutanan dan Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH).

 “Kerja sama ini tentu amatlah sangat strategis karena Program Merdeka Belajar – Kampus Merdeka (MBKM) sangat memungkinkan mahasiswa untuk magang di KPH, ” ucapnya. 

Sementara itu, Ketua Panitia kegiatan, Dr. Faisal Danu Tuheteru, S.Hut., M.Si., menuturkan pelatihan borang akreditas berbasis IAPS 4.0 bertujuan agar sivitas akdemika memiliki frekuensi yang sama dalam mengisi borang dan menyusun borang akreditasi. 

“Acara sosialisasi ini pun berisi bimbingan teknis pemahaman dan menyamakan presepsi seluruh sivitas akademika dalam mengisi borang dan menyusun borang akreditasi diantaranya Laporan Kinerja Program Stidu (LKPS), Laporan Evaluasi Diri (LED) dan Instrumen Suplemen Konversi (ISK) lingkup FHIL ” tuturnya.

Sebagai informasi dalam pelaksanaan kegiatan selama dua hari ini diisi oleh para pemateri yakni, Ketua LPPMP UHO, Dr. Ir. Santiadji Bande, M.Si., dengan materi Teknik Penyusunan dan membedah LKPS. Kemudian Ketua LSPI UHO Prof. Dr. Edy Cahyono dengan materi Teknik Penyusunan dan membedah LED. Selanjutnya Assessor internal  Ban PT, Dr. Asrip Putera, SE., M.Si., dengan materi Teknik Penyusunan dan membedah ISK. (rah/b)