(Dokumen Kendari Pos)
Swiss-Belhotel Kendari

KENDARIPOS.CO.ID– Pasca pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 2, aktivitas sektor perhotelan di Sulawesi Tenggara (Sultra) mulai membaik. Hal itu dapat dilihat dari tingkat okupansi atau hunian hotel bintang yang naik signifikan.

Sekretaris Umum Perhimpunan Hotel dan Restoran (PHRI) Sultra, Eko Dwisasono mengatakan, saat ini okupansi hotel bintang mencapai 50 sampai 60 persen. Jika kebijakan PPKM terus diturunkan ke level terendah, maka kondisi usaha perhotelan di Sultra akan kian membaik.

“Mudah-mudahan sampai Desember nanti tingkat okupansi kit bisa optimal sampai 80 persen,” ujar Eko, kemarin. 

Eko melanjutkan, jika dibandingkan dengan sebelumnya, okupansi hotel bintang sangat terpuruk yaitu sebesar 30 sampai 40 persen. Bahkan, saat penerapan PPKM level 4, okupansi hotel bahkan menyentuh angka kurang dari 10 persen.

“PPKM sangat berpengaruh terhadap bisnis perhotelan. Mudah-mudahan masyarakat menyadari pentingnya vaksinasi dan penerapan prokes. Jika tercapai herd immunity, maka aktivitas ekonomi akan semakin bergeliat,” imbuhnya.

Lanjut dia, sedikitnya ada sebanyak 30 hotel bintang dan 100 hotel nonbintang di Sultra yang terdampak Covid-19. Hotel-hotel tersebut menyediakan 3.100 kamar dan 6.000 tempat tidur. Ia berharap pandemi Covid-19 segera berakhir agar bisnis perhotelan yang mempekerjakan kurang lebih 2.000 karyawan di Sultra bisa stabil kembali.

“Kita ingin pandemi ini segera berlalu agar perekonomian bisa tumbuh positif termasuk pada jasa perhotelan,” pungkasnya. (uli/b)