Suasana sosialisasi tentang pentingnya vaksinasi Covid-19 oleh tim dosen dan mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Halu Oleo di Kelurahan Watubangga, Kendari, beberapa waktu lalu. (FKM UHO FOR KENDARI POS)

KENDARIPOS.CO.ID– Tim dosen dan mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Halu Oleo (UHO) mendorong optimalisasi kebijakan pemerintah dalam pengendalian Covid-19 di Kelurahan Baruga pada tanggal 4 Oktober 2020 dan Kelurahan Watubangga pada tanggal 12 Oktober 2021.

Melalui Program Kemitraan Masyarakat Internal (PKMI) UHO, tim dosen dan mahasiswa FKM UHO menggelar kegiatan edukasi tentang vaksinasi Covid-19 di masa pandemi. Kegiatan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya vaksinasi Covid-19. Tim dosen itu terdiri atas Dr. La Ode Muhamad Sety, S.KM., M.Epid selaku ketua tim, Hariati Lestari, S.KM., M.Kes, dan Putu Eka Meiyana Erawan, S.KM., M.P.H.

Ketua tim, Dr. La Ode Muhamad Sety, S.KM., M.Epid mengatakan, perguruan tinggi perlu ambil bagian dalam upaya bersama mewujudkan kekebalan massal terhadap virus Corona. Petugas kesehatan sudah melakukan yang terbaik dalam memberikan pelayanan vaksinasi sehingga harus ditopang oleh kesadaran masyarakat untuk menerima vaksin.

“Semua pihak harus ikut mengambil peran dalam pengendalian Covid-19 sehingga pandemi segera berakhir,” ujar Dr. La Ode Muhamad Sety.

Dijelaskan, pemilihan Kelurahan Baruga sebagai sasaran sosialisasi dikarenakan pada saat itu Kelurahan Baruga masih termasuk dalam zona merah. Selain itu, populasinya adalah yang paling besar untuk wilayah Kota Kendari. Dengan penyuluhan yang dilakukan, ia berharap dampaknya juga besar. Tumbuhnya kesadaran masyarakat akan menjadi counter informasi-informasi hoaks terkait Covid-19 yang bertebaran di masyarakat terutama tentang vaksin.

“Kami dari perguruan tinggi ingin beraprtisipasi mendukung pemerintah menurunkan laju pandemi. Vaksin, di samping memberikan kekebalan tubuh masyarakat, sasaran jangka panjangnya adalah eliminasi penyakit Covid-19. Secara epidemologi, jika kasus sudah melandai dan herd immunity terbentuk, maka penyakit ini akan hilang dengan sendirinya. Sama seperti demam berdarah, tetap ada di masyarakat, tapi bisa dikendalikan,” terangnya.

Kegiatan sosialisasi di dua wilayah tersebut menyasar kader-kader puskesmas yang diyakini memiliki cukup pengaruh di lingkungan tempat tinggalnya. Mereka adalah perwakilan tokoh masyarakat yang terdiri atas kader Posyandu, kader program Keluarga Berencana (KB), dan sebagainya.

“Kader-kader ini akan menjadi penyampai pesan-pesan penting tentang vaksinasi kepada masyarakat. Mereka yang akan membantu pemerintah dalam sosialisasi,” pungkasnya.

Sebagai tambahan informasi, kegiatan sosialisasi yang dilakukan melibatkan pihak puskesmas dan dihadiri lurah setempat. Dalam kegiatan itu, peserta diajak untuk menjadi agen sosialisasi vaksin Covid-19. Mereka juga diberikan kesempatan untuk menyampaikan fakta-fakta yang ditemui di lapangan dan bertanya tentang hal-hal seputar vaksin yang tidak dimengerti. (uli)