Tiga Desa Gelar PAW, Dua Belum Jelas – Kendari Pos
Kolaka Utara

Tiga Desa Gelar PAW, Dua Belum Jelas

MUHAMMAD RUSLI/KENDARI POS
PEMILIHAN KADES : Suasana RDP yang dihelat DPRD Kolut, kemarin, dengan menghadirkan pihak BPMD setempat untuk membahas agenda pemilihan antar waktu Kades.

KENDARIPOS.CO.ID– Tiga desa di Kabupaten Kolaka Utara (Kolut), Tinukari, Pumbolo dan Watuliu akan menggelar pemilihan antar waktu (PAW) yang direncanakan akhir tahun nanti. Pihak Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) meminta dilibatkan dalam proses pemilihan para tokoh yang akan menentukan calon kepala desa (Kades) yang akan bertarung. Hal tersebut disampaikan Wakil Ketua Komisi I DPRD Kolut, Mustamrin Saleh, saat rapat dengar pendapat dengan pihak Badan Permusyawaratan Masyarakat Desa (BPBD), kemarin.

Anggota dewan mengundang jajaran dinas terkait karena adanya kisruh di masyarakat pada dua desa lainnya, yakni Patikala dan Mattiro Bulu yang juga mengalami kekosongan pimpinan namun tidak bisa menggelar PAW. “Kami panggil untuk mengklarifikasi mengapa kedua desa ini tidak bisa menggelar PAW,” ujarnya.

Terkait Desa Patikala, sang Kades telah menerima putusan kasasi dan dinyatakan bersalah melakukan pemalsuan ijazah serta saat ini mendekam di Rutan Kolaka. Pemberhentian sementara dan pengajuan PK yang dilakukan menjadi alasan PAW itu tidak digelar. “Alasan BPMD, dikhawatirkan ada putusan inkrah, maka bisa dikembalikan ke jabatannya jadi Kades. Tergantung kebijakan bupati,” terang Mustamrin Saleh.

Sesuai penyampaian BPBD ke dewan terkait status Desa Patikala tersebut dinilai tidak melanggar aturan meski telah ada putusan kasasi. Proses hukumnya dikatakan tetap berjalan, sambil menanti hasil PK yang diajukan. Sementara untuk Desa Mattiro Bulu, diterangkan BPMD, juga tidak memenuhi unsur untuk menggelar PAW. Karena kades yang terpilih wafat sebelum pelantikan.

Artinya, pemilihan pimpinan baru menunggu jadwal Pilkades tahun berikutnya.
Menyangkut pemilihan pada tiga desa yang akan dilangsungkan, Mustamrin meminta agar dewan Kolut dilibatkan saat pemilihan. Itu untuk memastikan jika proses tersebut berlangsung sesuai prosedur demi menghindari potensi keberpihakan. “Yang memilih para tokoh kan panitia. Harus jelas orang dan posisinya jangan sampai asal pilih tokoh,” pungkas Mustamrin Saleh.

Untuk diketahui, Kades Tinukari, Pumbolo, Watuliu dan Patikala bermasalah karena terjerat kasus hukum. Sementara itu Kades Mattiro Bulu yang terpilih meninggal dunia sebelum dilantik. Masa jabatan Kades Tinukari berakhir 2026 dan Pumbolo serta Watuliu pada 2023 mendatang. Jika tidak ada aral melintang, PAW ketiga desa direncanakan antara November-Desember 2021. (c/rus)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Most Popular

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy