KENDARIPOS.CO.ID– Sumbangsih sektor pariwisata yang dikelola Pemprov Sultra belum beranjak bangkit. Hingga September 2021, realisasi penerimaan Dinas Pariwisata (Dispar) masih jauh dari target. Sejauh ini, pundi-pundi penerimaan daerah yang masuk baru sekitar Rp 458 juta.

Kepala Dispar Sultra, La Ode Saifuddin mengatakan penerimaan daerah di sektor pariwisata masih minim. Hal ini disebabkan sumber PAD belum optimal. Pasalnya, Pemprov Sultra belum membuka izin tempat wisata. Makanya, target PAD belum terpenuhi atau baru 45,81 persen.

“Target PAD tahun 2021 sebesar Rp 1 miliar. Namun sampai akhir bulan September, baru Rp 458 juta. Pandemi yang belum berakhir membuat pemerintah masih enggan membuka izin objek wisata,” beber Saifuddin, Kamis (7/10).
Pendapatan Dispar kata dia, baru diperoleh dari sewa gedung sapta pesona. Itu pun baru dilakukan pembukaan sementara. Untuk tempat wisata yang menjadi gawean provinsi, masih nihil sebab belum dibuka. Objek yang dikelola Dispar antara lain Pulau Bokori, Pantai Taipa, Batu Gong termasuk Water Sport.

“Kami masih menunggu petunjuk pak gubernur, makanya kami belum buka. Meski objek wisata tersebut belum beroperasi, kami telah menyiapkan beberapa fasilitas agar prokes dapat diterapkan,” jelasnya.

Ia berharap pandemi bisa segera berakhir. Dengan begitu, pihaknya bisa memaksimalkan sumber penerimaan PAD. “Potensi PAD dari sektor pariwisata sebelum adanya pandemi ini, memang cukup menjanjikan. Setiap tahun target bisa terpenuhi. Semoga di tahun depan PAD kita bisa kembali normal,” pungkasnya. (c/rah)