ELYN IPO/KENDARI POS
BERSERTIFIKASI : Asisten III Setkab Buton, La Ode Muhidin (keempat dari kanan) saat mewakili Bupati, La Bakry membuka resmi acara sertifikasi tenaga terampil konstruksi di TPI Pasarwajo, kemarin.

KENDARIPOS.CO.ID–Para pekerja konstruksi di Kabupaten Buton berkesempatan mengantongi sertifikat keahlian. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Buton bekerja sama dengan Balai Jasa Konstruksi Wilayah VI Makassar Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menggelar kegiatan tersebut. Ada 135 pekerja menjadi peserta pembekalan dan uji sertifikasi tenaga terampil yang digelar di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Kelurahan Takimpo-Pasarwajo.

Mewakili Bupati Buton, La Bakry, Asisten Administrasi Umum Sekretariat Kabupaten (Setkab), La Ode Muhidin Mahmud, mendukung kegiatan tersebut. Ke depan kata dia, setiap tenaga terampil konstruksi yang dipekerjakan dalam proyek pemerintahan harus mengantongi sertifikat sebagai tanda telah lulus uji sertifikasi. “Saya meminta kepada seluruh peserta untuk mengikuti kegiatan ini dengan baik, agar menjadi tenaga terampil konstruksi yang profesional dan bisa mengantongi sertifikat,” kata Muhidin Mahmud, Kamis (21/10).

Selain pengalaman di lapangan, konsentrasi dan fokus peserta dalam menerima pembekalan teknis serta pola keselamatan dan kesehatan kerja (K3) akan menentukan kelulusan. Apalagi, materi penting itu disampaikan langsung Instruktur Perwakilan dari Balai Jasa Konstruksi wilayah VI Makassar, Kementerian PUPR. “Ini merupakan kesempatan yang sangat bagus bagi peserta untuk belajar di bidang konstruksi dan ilmu yang diperoleh bisa menjadi bekal saat turun di lapangan,” imbuhnya.

Di tempat yang sama, Perwakilan Balai Jasa konstruksi wilayah VI Makassar kementrian PUPR, Andi Tendri Esa, mengatakan, kegiatan tersebut merupakan implementasi undang-undang nomor 2 tahun 2017 tentang jasa konstruksi. Yakni memberikan pengakuan atas kemampuan yang dimiliki tenaga kerja konstruksi serta untuk menghasilkan tenaga terampil yang handal, kompeten dan bersertifikat. “Selain itu juga ada PP nomor 14 tahun 2021 yang juga mewajibkan kepada setiap penyedia jasa untuk mempekerjakan tenaga kerja konstruksi yang memiliki sertifikat, kompeten dan berdaya saing,” terangnya.

Andi Tendri menuturkan, peserta akan melewati tiga tahapan pelatihan. Mulai dari pembekalan materi teknis dan K3 dari instruktur, simulasi praktik kerja dan terakhir uji kompetensi oleh assessor. “Peserta yang lulus uji kompetensi akan diberikan sertifikasi keterampilan kerja,” pungkasnya. Ada 135 peserta yang terdiri dari 54 tenaga sipil pelaksana jalan, pelaksana bangunan, pelaksana gedung. Kemudian ada 66 arsitektur terdiri dari juru gambar, tukang batu, tukang kayu, dan 15 peserta mekanika yakni para operator. (b/lyn)