KENDARIPOS.CO.ID — Porsi anggaran penanganan covid-19 di Kota Kendari masih akan tetap dialokasikan tahun depan. Dalam rancangan APBD 2022, anggaran penanganan virus yang menyerang sistem pernafasan ini mencapai Rp 62 miliar. Dana ini diperuntukan untuk membiayai penanganan dan perawatan pasien covid-19, penyaluran bantuan sosial (Bansos) termasuk insentif tenaga kesehatan (Nakes) dan peralatan vaksinasi.

Wali Kota Kendari, Sulkarnain Kadir mengatakan pandemi covid belum bisa diprediksi kapan akan berakhir. Atas dasar itu, Pemkot Kendari kembali mengalokasikan anggaran penanganannya. “Kita anggarkan Rp 62 miliar. Itu tidak hanya untuk Covid-19, tapi untuk situasi darurat lainnya. Seperti bencana alam dan lainnya,” ujar Sulkarnain Kadir usai menyerahkan Raperda APBD Kota Kendari tahun 2022 kepada DPRD, kemarin.

Sulkarnain Kadir

Ia berharap anggaran yang disiapkan bisa mempercepat penanganan Covid-19 di Kota Lulo. Dengan begitu, bisa menopang proses pemulihan ekonomi daerah. “Mudah-mudahan tahun ini target vaksinasi 70 persen bisa kita capai supaya herd immunity bisa segera terbentuk. Jika tercapai, proses penangannya (Covid) tahun berikutnya tidak terlalu membebani APBD,” kata Sulkarnain.

Pada kesempatan yang sama, Ketua DPRD Kendari Subhan menyambut baik rencana Pemkot Kendari yang telah mengalokasikan anggaran puluhan miliar untuk menangani Covid. Ia menilai keputusan tersebut sangat tepat sebagai bentuk antisipasi terhadap kemungkinan pandemi Covid-19 berlanjut.

“Wabah ini kan tidak bisa kita prediksi kapan berakhir. Bagaimana kalau tahun depan masih pandemi? Atau ada bencana alam lainnya. Tentu kita harus siapkan agar tidak mempengaruhi alokasi anggaran untuk pembangunan. Kami secara umum sebenarnya sepakat. Tapi kita akan bahas dulu, karena aturannya begitu,” kata Subhan. (b/ags)

Anggaran Penanganan Covid
2020 Rp 50 Miliar
2021 Rp 60 Miliar
2022 Usul Rp 62 Miliar

Peruntukan
-Penanganan dan Perawatan Pasien
-Pemberian Bansos
-Insentif Nakes
-Program Vaksinasi