-Edukasi Disiplin Berlalu Lintas dan Prokes

KENDARIPOS.CO.ID — Operasi Patuh Anoa 2021 akan berakhir hari ini. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, operasi kali ini lebih mengedepankan pendekatan preventif dan humanis. Selain meningkatkan kedisiplinan berlalu lintas dan penerapan protokol kesehatan (Prokes) Covid-19, Ditlantas Polda Sultra turut bagi-bagi sembako dan alat pelindung diri (ADP).

Direktur Lalulintas Polda Sultra, Kombes Pol Rahmanto Sujudi melalui Kepala Sub Direktorat Keamanan dan Keselamatan Ditlantas Polda Sultra, AKBP Jarwadi mengatakan operasi Patuh Anoa lebih mengedepankan tindakan preventif dengan menggelar patroli di pusat keramaian atau daerah rawan kecelakaan.

“Jadi tidak ada razia. Karena sifatnya preventif, pelanggaran hanya teguran. Jika ada pelanggaran ringan dan sedang itu ditegur dengan lisan atau tulisan. Namun apabila ditemukan pelanggaran berat yang berpotensi menimbulkan kecelakaan, baru kami melakukan penindakan berupa tilang,” tandasnya saat patroli di kawasan Kendari Beach, Jumat (1/10).

Pandemi Covid-19 yang tak kunjung berakhir kata dia, menyebabkan masyarakat mengalami kesulitan. Makanya, pihaknya pun mencoba berbagi di sela-sela operasi Patuh Anoa 2021. Bersama anggota Ditlantas Polda Sultra, ia menyasar tukang becak dan montir membagi-bagikan paket yang berisikan beras, gula, mie instan dan kebutuhan pokok lainnya. “Ada 150 paket sembako diberikan, itu untuk memenuhi kebutuhan di rumah,” ujarnya.

Dalam patroli, personil Ditlantas Sultra menghentikan sejumlah pengendara roda dua dan roda empat yang kedapatan tidak mengenakan masker. Namun bukan untuk ditilang, tapi dibagikan masker dan hand sanitizer. “Ratusan masker dibagikan secara gratis,” ungkapnya.

Personil Polwan Ditlantas Polda Sultra memberi imbauan terhadap pengendara yang ketahuan tak menggunakan masker di kawasan Kendari Beach, Jumat (1/10). Dalam patroli, Ditlantas tidak melakukan tilang justru bagi-bagi sembako, masker dan hand sanitizer. Foto: I NGURAH PANDI SENTOSA/KENDARI POS

Kombes Pol Rahmanto Sujudi mengungkapkan Operasi Patuh Anoa tahun ini memang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Dibandingkan melakukan penindakan atau tilang, polisi lebih mengedepankan sosialisasi mengenai tertib lalu lintas dan penerapan protokol kesehatan. “Pola operasi yang awalnya 80 persen kegiatan preventif, kemudian 20 persen penegakan hukum, diubah menjadi 100 persen simpatik,” tekannya.

Kasat PJR Ditlantas Polda Sultra, Kompol Faisal menambahkan pengendara yang tidak mengenakan masker diminta melafalkan Pancasila. Pemberian sanksi pembacaan Pancasila bukan tanpa tujuan, melainkan memberi efek jera kepada para pelanggar. Apalagi 1 Oktober merupakan hari Kesakitan Pancasila.

“Pertama, memberi imbauan dan sosialisasi kepada masyarakat supaya tertib berlalu lintas dan mengingatkan pandemi Covid-19 belum berakhir. Mari bersama Polisi mendukung pemerintah menekan penyebaran virus corona,” tukasnya. (b/ndi)