HADRIAN INDRA MAPA/KENDARI POS
KELESTARIAN BUDAYA : Bappeda Butur menggelar FGD penyusunan dokumen pokok-pokok pikiran pemajuan kebudayaan daerah dengan menggandeng LPPM Universitas Hasanudin.

KENDARIPOS.CO.ID– Kekayaan budaya dan cagar alam, melimpah di Kabupaten Buton Utara (Butur). Daerah berjuluk Lipu Tinadeakono Sara itu merupakan Barata Kulisusu atau bagian dari Kesultanan Buton. Untuk menjaga eksistensi kebudayaan, Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Butur menggelar focus group discussion (FGD) penyusunan dokumen pokok-pokok pikiran pemajuan kebudayaan daerah (PPKD) dengan menggandeng Lembaga Penelitian dan Pengembangan Masyarakat (LPPM) Universitas Hasanudin (Unhas).

Kepala Bappeda Butur, Harmin Hari mengungkapkan, pelaksanaan FGD tersebut merupakan amanat undang-undang. Penyusunan pokok pikiran kebudayaan dilakukan menggandeng ahli dan pemerhati budaya yang memiliki kompetensi. “Pokok-pokok pemikiran penyusunan kebudayaan ini disusun secara kolektif. Hasilnya akan dijadikan rekomendasi untuk perencanaan pembangunan kebudayaan ke depan,” ujar Harmin Hari di Aula Bappeda Butur, Selasa (12/10)

Selain itu, mantan Wakil Bupati Butur itu menjelaskan, PPKD merupakan dokumen yang memuat kondisi faktual dan permasalahan yang dihadapi daerah dalam upaya pemajuan kebudayaan beserta usulan penyelesaiannya. “Pemajuan kebudayaan sebagai upaya meningkatkan ketahanan dan kontribusi budaya di tengah peradaban dunia melalui perlindungan, pengembangan, pemanfaatan, serta pembinaan,” paparnya.

Sementara itu, Bupati Buton Utara, Muh. Ridwan Zakariah, menambahkan, budaya daerah perlu dikembangkan agar eksistensinya tidak hilang. Sehingga anak cucu di masa depan dapat merasakan kekayaan budaya di Lipu Tinadeakono Sara. “Pemajuan kebudayaan untuk mengembangkan nilai-nilai luhur bangsa, memperkaya keragaman, mempertegas jati diri bangsa, mencerdaskan kehidupan bangsa, meningkatkan citra bangsa, mewujudkan masyarakat madani, meningkatkan kesejahteraan rakyat, melestarikan warisan budaya bangsa, dan mempengaruhi arah perkembangan peradaban dunia, sehingga kebudayaan menjadi haluan pembangunan,” kata Ridwan Zakariah, kemarin. (b/had)