Sulkarnain : Mendorong Inklusi Keuangan Jauh Lebih Baik


KENDARIPOS.CO.ID — Wali Kota Kendari, Sulkarnain Kadir seakan enggan berhenti berinovasi dalam menjalankan roda pemerintahan. Beragam inovasi berbasis digital diaplikasikan Pemkot Kendari untuk melayani masyarakat. Dalam hal mengakselerasi akses keuangan daerah, Wali Kota Sulkarnain Kadir mendorong terbentuknya Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPKAD).

Inovasi Wali Kota Kendari, Sulkarnain Kadir dalam hal keuangan itu dinilai mampu meningkatkan percepatan akses keuangan di daerah dalam rangka mendorong pertumbuhan ekonomi serta mewujudkan masyarakat yang lebih sejahtera. Hadirnya TPAKD sangat penting apalagi dimasa pandemi Covid-19 saat ini untuk percepatan pemulihan ekonomi nasional.

Wali Kota Kendari, Sulkarnain Kadir (kiri) dan Kepala OJK Sultra, Arjaya Dwi Raya (kanan) dalam kegiatan Bulan Inklusi Keuangan (BIK), baru-baru ini. AGUS SETIAWAN / KENDARI POS

Wali Kota Kendari Sulkarnain Kadir dinilai berkontribusi terhadap upaya peningkatan literasi dan inklusi keuangan Sultra yang saat ini telah tercapai sebesar 36,75 persen untuk literasi keuangan dan 75,07 persen inklusi keuangan.

Wali Kota Kendari, Sulkarnain Kadir mengatakan terbentuknya TPAKD di Kendari sesuai amanat Permendagri Nomor 33 Tahun 2019 Tentang Impelementasi TPAKD di daerah. “Hal itu tentu untuk mendorong (akses keuangan) lebih aktif lagi agar inklusi keuangan kita jauh lebih baik,” kata Sulkarnain Kadir, kemarin.

Ia menjelaskan, berdasarkan data OJK, untuk tingkat literasi baru terdapat sekira 36 persen masyarakat yang melek keuangan. Sehingga dengan terbentuknya TPAKD di Kota Kendari diharapkan dapat menambah jumlah akses kelembaga keuangan.

“Kami akan mendampingi masyarakat dalam mengakses lembaga keuangan. Misalnya kami akan berikan arahan sehingga mereka nanti dapat memperoleh permodalan, atau punya dana yang tidak termanfaatkan bisa diinvestasikan dalam bentuk yang legal, terlindungi dan bisa dipertangungjawabkan,” kata Sulkarnain Kadir.

Di sisi lain, Pemkot Kendari berhasil menerapkan pembayaran non tunai, utamanya dijajaran Pemkot Kendari yang saat ini telah mencapai 100 persen. Hal itu sebagai bentuk dukungan dan dorongan Pemkot untuk mencapai target inklusi keuangan.

“Rencananya, kami akan mendorong pembayaran non tunai hingga ke tingkat sekolah. Jadi kita mulai berfikir untuk tidak lagi (menggunakan) ATM fisik tapi ke depan akan kita dorong ke ATM digital yang semakin memudahkan kita,” kata Sulkarnain Kadir. (ags/b)

Pembayaran Non Tunai hingga Tingkat Sekolah