KENDARIPOS.CO.ID — Pembahasan anggaran Pemkot Kendari tahun 2021 cukup menguras energi. Pasalnya, kebijakan anggaran pendapatan dan belanja daerah beberapa kali harus dirombak. Akibatnya, sejumlah program kerja pemerintah yang digagas harus dicoret karena adanya refocusing.

Wali Kota Kendari, Sulkarnain Kadir berharap pemerintah tidak melakukan recofusing (pengalihan) APBD 2022. Itu penting dalam rangka menuntaskan berbagai program yang telah direncanakan pemerintah daerah, “Mudah-mudahan tidak ada lagi,” ujarnya.

Wali Kota Kendari, Sulkarnain Kadir (kiri) menyerahkan Raperda APBD Kota Kendari Tahun Anggaran 2022 kepada ketua DPRD Subhan (kanan), kemarin. Foto: AGUS SETIAWAN/KENDARI POS

Jika tidak direcofusing, pihaknya akan segera menuntaskan berbagai program kerja yang sudah tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Kendari yang akan berakhir 2022 mendatang. Diantaranya, penyelesaian Balai Kota Kendari, pembangunan jalan dan jembatan, penanggulangan banjir, penataan kawasan kumuh serta penataan ruang terbuka hijau.

Bukan hanya itu, pemerintah tengah fokus meningkatkan sarana prasarana wisata, pendidikan dan kesehatan, serta pendukung sarana informasi dan kominikasi. Untuk mewujudkan program tersebut, pihaknya sudah menganggarkan sekira Rp 1,7 triliun melalui belanja daerah.

Ia pun berharap DPRD bisa memberikan dukungan sehingga visi pemerintah yang akan berakhir pada 2022 bisa tuntas dan akan memberi manfaat kepada masyatakat.

Pada kesempatan yang sama, Ketua DPRD Kendari Subhan mengaku telah menerima usulan Raperda APBD Kota Kendari untuk tahun depan. Pihaknya melalui Badan Anggaran (Banggar) bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) akan segera membahasnya untuk kemudian ditetapkan sebagai perda. “Kami akan bahas secepatnya,” ujarnya. (b/ags)

Rancangan APBD 2022
Pendapatan Rp 1,5 Triliun
Belanja Rp 1,7 Triliun
Pembiayaan Rp 142 Miliar