ELYN IPO/KENDARI POS
PEMANFAATAN PEKARANGAN : Suasana tatap muka para Kelompok Wanita Tani di Gunung Jaya dan Kuraa, Kecamatan Siontapina bersama Bupati Buton, La Bakry yang juga dirangkaikan dengan panen tanaman.

KENDARIPOS.CO.ID– Para petani wanita di Desa Gunung Jaya dan Kuraa, Kecamatan Siontapina, Kabupaten Buton, patut mendapat apresiasi. Kaum ibu tersebut mampu mendongkrak perekonomian keluarga hanya dengan memanfaatkan pekarangan rumah masing-masing melalui program Pekarangan Pangan Lestari (P2L) oleh Kelompok Wanita Tani (KWT).

Baru ditetapkan Februari lalu sebagai desa percontohan, para perempuan itu sudah menunjukan geliat pertanian luar biasa. Minggu (24/10), Bupati Buton, La Bakry didampingi Ketua TP-PKK, Delia La Bakry, meninjau langsung lokasi pekarangan warga yang sudah hijau oleh ragam sayuran.

Usai panen sayuran, La Bakry, melakukan tatap muka dengan KWT setempat. Dalam arahannya, Buton-1 itu memuji antusiasme para ibu untuk mengimplementasikan program P2L itu. Menurutnya, jika semua desa di Buton menerapkan program tersebut, maka kebutuhan pangan sehari-hari bisa dipenuhi tanpa harus ke pasar. “Bahkan bisa dijual kalau memang berlebih. Ini cara sederhana tetapi dampaknya luar biasa, urusan dapur bisa selesai asal kita mau berbuat, salah satunya dengan P2L ini,” katanya.

La Bakry kagum melihat hasil panen warga. Malai dari terong, cabai, kangkung dan lainnya terlihat begitu subur dan hijau. “Ini hanya pekarangan, bagaimana kalau dikembangkan pada lahan yang luas, pasti hasilnya lebih banyak lagi,” tambahnya.

Plt. Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Buton, La Lodi, mengatakan program P2L terbukti berhasil di empat desa percontohan. Pihaknya pun berkomitmen semua wilayah di Buton, ke depan bisa membentuk KWT P2L. “Saat ini baru empat desa dan ini berhasil kita jadikan percontohan. Semoga nanti semua desa dan kelurahan bisa membentuk P2L juga seperti Gunung Jaya dan Kuraa ini,” terangnya. (b/lyn)