Muhammad Ilwanto/Kendari Pos
Mahasiswa STIE 66 Kendari, saat menerima buku rekening beasiswa KIP Kuliah beberapa waktu lalu di Aula STIE 66 Kendari.

KENDARIPOS.CO.ID— Setelah mendapat kuota sebanyak 150 penerima beasiswa Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah tahap pertama,  Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) 66 Kendari kembali mengusulkan penambahan kuota tahap II. Kuota tahap II yang diusulkan pada Kemendikbudristek tersebut mencapai 100 orang.

Ketua STIE 66 Kendari, Dr. Bakhtiar Abbas, M.Si., mengatakan setiap tahunnya STIE 66 Kendari selalu menerima bantuan beasiswa dari pemerintah pusat. Tahun ini, bantuan KIP Kuliah dari Kememdikbudristek mencapai 250 orang

“Alhamdulillah bantuan beasiswa KIP kuliah tahun ini sudah tersalurkan beberapa bulan yang lalu,” ungkap Bakhtiar Abbas, Sabtu (23/10).

Beasiswa KIP Kuliah ini akan diberikan selama delapan semester atau 4 tahun kepada para penerima, dengan bantuan persemester sebesar Rp 4,2 juta, ditambah biaya perbulan sebesar 700 ribu rupiah,” tambahnya.

Adapun penerima beasiswa KIP Kuliah tahap kedua, dijelaskan Bakhtiar masih menunggu verifikasi dari tim pusat. “Kita sudah usulkan dari awal bulan, dan tinggal menunggu saja realisasinya kapan, jelasnya di bulan Oktober ini beasiswa KIP Kuliah itu sudah tersalurkan,” jelasnya.

Tahap kedua beasiswa KIP Kuliah ini, juga bersumber dari Kemendikbudristek melalui DPR RI Komisi X , melalui dana aspirasi, yang sudah dianggarkan sebelumnya. Dimana penyalurannya langsung ke rekening mahasiswa masing-masing.

Selain beasiswa KIP Kuliah, STIE 66 Kendari juga mendapatkan beasiswa dari Bank Indonesia (BI), melalui program Gembi. Dimana beasiswa tersebut berkelanjutan setiap tahunnya.

“Kami bekerjasama dengan pihak BI sudah beberapa tahun, dan sebagai bentuk apresiasi pihak BI memberikan beasiswa bagi mahasiswa yang memberikan kontribusi dan berpartisipasi dalam kegiatan dan program yang mereka buat. Tepatnya sebanyak 50 mahasiswa kami telah mendapatkan beasiswa untuk jangka waktu satu tahun,” katanya.

“Namun disetiap tahunya, itu akan dievaluasi apakah mereka betul-betul memenuhi standar kualifikasi atau tidak, dengan melihat kontribusi terhadap program yang diberikan oleh BI. Jika tidak sesuai maka penerima akan dikeluarkan, dan akan diganti dengan mahasiswa lain yang layak,” jelasnya.

Kemudian, ada juga beasiswa dari Pemerintah Daerah (Pemda) Provinsi Sultra melalui anggota DPRD, dimana beasiswa ini hanya berlaku persemester saja. Dengan total penerima mencapai sekitar 40 orang. “Ini program dari Pemda sendiri, yakni para penerima akan diseleksi sesuai dengan standar nasional, dimana akan dilihat dari nilai IPK dan lain sebagainya,” tandasnya. (ilw/b)