KENDARIPOS.CO.ID — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengurai dugaan suap pengadaan barang dan jasa di Pemkab Kolaka Timur. Tak hanya menangkap dan menetapkan tersangka Bupati Koltim nonaktif, Andi Merya Nur (AMN). KPK mencari tahu peran pihak lain yang diduga ikut terlibat. Pejabat Pemkab Koltim, konsultan, kontraktor hingga pegawai honorer masuk “radar” KPK.

Beberapa hari belakangan ini, KPK memeriksa pejabat, konsultan, kontraktor dan pegawai honorer secara maraton di Subdit Tipikor Ditreskrimsus Polda Sultra. Kapasitas mereka sebagai saksi. Kesaksian itu untuk kepentingan berkas penyidikan tersangka Andi Merya Nur.

Ali Fikri

“Tim penyidik memeriksa saksi-saksi terkait dugaan kasus yang menjerat tersangka AMN. Pemeriksaan sejak Rabu (13/10) sampai hari ini, Jumat (15/10). Pemeriksaan di Subdit Tipikor Ditreskrimsus Polda Sultra,” kata Plt.Juru bicara KPK, Ali Fikri saat dikonfirmasi Kendari Pos melalui pesan Whatsap, Jumat (15/10).

Ali Fikri menyebut total 18 saksi tambahan dimintai keterangan terkait dugaan suap proyek pembangunan dua jembatan di Kolaka Timur yang sumber dananya dari hibah Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Adapun sembilan saksi yang diperiksa Jumat kemarin adalah Kabag Umum Setda Koltim, Rajolin, Bendahara BPBD Koltim Muawiyah alias Maya, Plt.Kepala Dinas Dikpora Koltim Muhammad Juniardi Madjid, pegawai honorer Pemkab Koltim Hermawansyah, dan Konsultan Khaerun. Selain itu, kontraktor Abdullah Al Djufrie, staf BPBD Koltim Adit, pegawai harian lepas BPBD Koltim, Andiyatma, dan PNS Pemkab Koltim Muhammad Yansen.

Ali Fikri membeberkan, pada Rabu (13/10) tim penyidik KPK memeriksa sembilan saksi dalam kasus yang sama. Tempatnya di Mapolda Sultra. Saksi yang diperiksa adalah Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Pemkab Koltim, Ruslan, Kabid Rehabilitas dan Rekonstruksi BPBD Pemkab Koltim, Tajudin, Plt.Kepala BPKPD Koltim Aspian Suute, dan pegawai honorer BPBD Pemkab Koltim, Sulpiyadin Irfan.

“Selanjutnya, Kabid Kedaruratan dan Logistik BPDB Pemkab Koltim, Rizaldi Sose, mantan Pj.Sekda Pemkab Koltim, Andi Muh Iqbal Tongasa, anggota Polri Muhammad Rial, Sepri Bupati Koltim Andi Yustika, dan pihak swasta LM Rusdianto Emba,” ungkap Ali Fikri.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Sultra, Kombes Pol Ferry Walintukan membenarkan, KPK memeriksa saksi di Mapolda Sultra. Hal itu terkait operasi tangkap tangan yang dilakukan KPK September lalu. KPK menetapkan dua orang tersangka, Bupati Koltim nonaktif, AMN dan Kepala BPBD Koltim, AZR. Kombes Pol Ferry Walintukan tak menjelaskan secara rinci karena perkara tersebut karena domain KPK. “Saksi yang diperiksa KPK sebanyak 9 orang setiap hari,” ungkapnya saat dikonfirmasi Kendari Pos, Jumat (15/10).

Untuk diketahui, Selasa (21/9) malam, Bupati Koltim nonaktif Andi Merya Nur dan Kepala BPBD Koltim, Anzarullah terjaring KPK dalam operasi tangan tangan. Penangkapan itu atas dugaan tindak pidana korupsi penerimaan hadiah atau janji oleh penyelenggara negara. Selanjutnya KPK meningkatkan status perkara itu ke tahap penyidikan dengan menetapkan Bupati Koltim nonaktif, Andi Merya Nur dan Kepala BPBD Koltim Anzarullah sebagai tersangka. Dalam kegiatan tangkap tangan di Koltim, KPK mengamankan barang bukti berupa uang sejumlah Rp225 juta.

Sebelumnya, Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron menjelaskan perkara ini bermula saat Andi Merya dan Anzarullah mengajukan dana hibah kepada BNPB berupa dana rehabilitasi dan rekonstruksi atau RR dan dana siap pakai atau DSP pada periode Maret-Agustus 2021. Pada awal September 2021, Andi Merya dan Anzarullah menyampaikan paparan terkait pengajuan dana hibah logistik dan peralatan di kantor BNPB, Jakarta. “Pemkab Kolaka Timur memperoleh dana hibah BNPB yaitu hibah relokasi dan rekonstruksi senilai Rp26,9 Miliar dan hibah dana siap pakai senilai Rp 12,1 miliar,” ucap Ghufron.

Anzarullah lalu meminta Bupati Andi Merya agar beberapa proyek pekerjaan fisik yang bersumber dari dana hibah BNPB tersebut dilaksanakan oleh orang-orang kepercayaannya dan pihak-pihak lain yang membantu mengurus. Hal ini agar dana hibah tersebut cair ke Pemkab Kolaka Timur.

Khususnya terkait paket belanja jasa konsultansi perencanaan jembatan dua unit di Kecamatan Ueesi senilai Rp714 juta dan belanja jasa konsultansi perencaaan pembangunan 100 unit rumah di Kecamatan Uluiwoi senilai Rp175 juta akan dikerjakan oleh Anzarullah. “AMN (Andi Merya Nur) menyetujui permintaan AZR (Anzarullah) tersebut dan sepakat akan memberikan fee kepada AMN sebesar 30 persen,” ucap Ghufron.

Lantas Andi Merya memerintahkan Anzarullah untuk berkoordinasi dengan Dewa Made Ramawan selaku Kabag ULP agar bisa memproses pekerjaan perencanaan lelang konsultan dan mengunggahnya ke LPSE. Sehingga perusahaan milik Anzarullah atau grupnya dimenangkan serta ditunjuk menjadi konsultan perencana pekerjaan dua proyek tersebut.

Sebagai realisasi kesepakatan, lanjut Ghufron, Andi Merya diduga meminta uang sebesar Rp250 juta atas dua proyek pekerjaan yang akan didapatkan Anzarullah tersebut. “AZR kemudian menyerahkan uang sebesar Rp25 juta lebih dahulu kepada AMN dan sisanya sebesar Rp225 juta sepakat akan diserahkan di rumah pribadi AMN di Kendari,” papar Ghufron. (ndi/b)

18 Saksi Diperiksa Penyidik KPK

9 Saksi Diperiksa Rabu (13/10) :

  1. Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPDB Pemkab Koltim, Ruslan
    2.Kabid Rehabilitas dan Rekonstruksi BPDB Pemkab Koltim, Tajudin
    3.Plt.Kepala BPKPD Koltim Aspian Suute
    4.Pegawai honorer BPBD Pemkab Koltim, Sulpiyadin Irfan
    5.Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Pemkab Koltim, Rizaldi Sose
    6.Mantan Pj.Sekda Pemkab Koltim, Andi Muh Iqbal Tongasa
    7.Anggota Polri Muhammad Rial
    8.Sepri Bupati Koltim Andi Yustika
    9.Pihak swasta LM Rusdianto Emba

9 Saksi Diperiksa Jumat (15/10) :
1.Kabag Umum Setda Koltim, Rajolin
2.Bendahara BPBD Koltim Muawiyah alias Maya
3.Plt.Kepala Dinas Dikpora Koltim Muhammad Juniardi Madjid
4.Pegawai honorer Pemkab Koltim Hermawansyah
5.Konsultan Khaerun
6.Kontraktor Abdullah Al Djufrie
7.Staf BPBD Koltim Adit
8.Pegawai harian lepas BPBD Koltim,Andiyatma
9.PNS Pemkab Koltim Muhammad Yansen

SUMBER : PLT.JUBIR KPK
DATA DIOLAH KENDARI POS