AGUS SETIAWAN/KENDARI POS
BELAJAR DARING : Kepala SKO Sultra, Ali Imran (Baju Batik) saat memberikan arahan kepada siswanya. Ia meminta para siswa untuk bersabar menunggu ijin belajar tatap muka di sekolah daru pemerintah.

KENDARIPOS.CO.ID– Sejumlah siswa Sekolah Keberbakatan Olahraga (SKO) Sultra menuntut pemerintah segera memulai pembelajaran secara tatap muka di sekolah. Pasalnya, siswa merasa terbebani dalam menjalani pembelajaran secara daring (online).

Siswa SKO asal Wakatobi, Budi mengaku kesulitan melaksanakan pembelajaran secara daring mengingat jaringan internet sangat lemah ditempat tinggalnya. “Saya sulit menerima pelajaran karena sering terputus komunikasi, saya juga kesulita mengirim video latihan,” kata Budi, kemarin.

Rekannya, Ketut asal Konawe Selatan (Konsel) mengungkapkan hasil senada. Ia mengaku kesulitan melaksanakan belajar daring karena terbebani biaya paket data internet. “Setiap hari harus belajar online, kirim video latihan ini tentu banyak pakai paket data. Kalau bisa kami secara langsung disekolah. Kan lami juga sudah divaksin dua kali,” kata Ketut.
Terpisah, Kepala SKO Sultra, Ali Imran tak menampik jika banyak siswanya mengeluhkan pembelajaran secara daring.

Pasalnya, kondisi ekonomi siswa berbeda-beda, terlebih mereka yang berasal dari daerah kepulauan. “Saya sampaikan kepada mereka untuk bersabar karena untuk belajar secara tatap muka di sekolah harus ada ijin Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Sultra,” kata Ali Imran.

Ali Imran berharap, pemerintah bisa segera memberi izin belajar tatap muka di sekolah menimbang pihaknya telah memenuhi syarat seperti seluruh warga sekolah mulai dari kepala sekolah, guru kelas, pelatih, dan seluruh siswa telah menjalani vaksinasi lengkap (dosis 1 dan 2).

Selanjutnya, pihaknya juga telah menyiapkan berbagi sarana dan prasarana protokol kesehatan seperti wastafel portable, thermogun, dan penunjang lainnya. “Kami sudah ajukan ke Dikbud mudah-mudahan bisa disetujui dan dianggarkan. Kebetulan kami berbeda dengan sekolah pada umumnya. SKO disubsidi oleh pemerintah karena kita melatih bibit-bibit atlit untuk mengharumkan nama daerah dan negara,” kata Ali Imran. (b/ags)