Ketua PKK Bombana Hj Andi Nirwana Sebbu menunjukkan salah satu motif khas Bombana kepada istri Kapolda Sultra Irjen Pol Yan Sultra, Peggy Yan Sultra saat berkunjung di Kabupaten Bombana

KENDARIPOS.CO.ID– Sembilan motif kain khas Kabaena Tokotu’a, Kabupaten Bombana mendapatkan hak paten dari Kementrian Hukum dan Hak Asasi Manusia. Dengan begitu, menjadi produk unggulan Bombana dalam menunjang kegiatan pariwisata serta peningkatan pendapatan pengrajin setempat.

Ketua Dekranasda Bombana, H. Andi Nirwana Sebbu mengungkapkan, setelah mendapatkan hak paten, sembilan motif khas Kabaena Tokotu’a ini, telah diakui lahir dari tangan pengrajin Kabena dan dilindungi Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang Hak Cipta.

Masing-masing, motif Buburi Totarica, Buburi Sininta, Buburi Kalo, Buburi Vua Kina, Buburi Olimpopo, Buburi Tandu-Tandu, Buburi Ruruho Petumbu, Buburi Pererei, dan Buburi Sele-Sele. “Semua motif Kabaena ini diciptakan oleh Ilfan Nurdin (Tokoh Adat Kabaena). Adapun pemegang hak ciptanya adalah Balitbang Kabupaten Bombana, dan jangka waktu perlindungan berlaku selama 50 tahun sejak ciptaan tersebut pertama kali diumumkan,” jelas Ketua PKK Bombana ini.

Anggota DPD RI Sultra ini, mengatakan dengan diterbitkannya sertifikat hak atas kekayaan intelektual (HAKI) ini, menguntungkan para pengrajin lokal di Kabaena. Pengrajin lokal bisa meningkat secara ekonomi sebab, tidak ada kesempatan bagi pengrajin dari luar Bombana yang bisa memproduksi motif ini tanpa izin dari pemerintah. Terkhusus yang telah diseminarkan di Desa Wisata Tangkeno September tahun lalu dan telah menjadi kesepakatan para tokoh adat, tokoh budaya dan tokoh masyarakat Kabaena bersama Balitbang. Saat ini motif kain asli Bombana yang sudah memiliki HAKI berjumlah 12. Sembilan

motif kabaena dan tiga motif yang berasal dari moronene daratan yakni, motif bosu bosu, burisininta dan sosoronga. (idh/c).