ILUSTRASI

KENDARIPOS.CO.ID– Kontribusi SAR Kendari dalam operasi penyelamatan di Bumi Anoa patut diapresiasi. Sepanjang Januari hingga September 2021, SAR telah terjun di 57 operasi atau kejadian yang membahayakan nyawa manusia. Dari kejadian itu, SAR berhasil menyelamatkan 275 jiwa.

Kepala Kantor SAR Kendari, Aris Sofingi melalui Humas Kantor SAR Kendari, Wahyudi mengatakan operasi yang ditangani SAR didominasi kecelakaan kapal. Dari 57 kasus, 42 diantaranya kecelakaan kapal. Selain itu, 15 kondisi membahayakan manusia. Untuk kasus bencana alam dan kecelakaan pesawat udara nihil.

“Pada kasus kecelakaan kapal, sebanyak 224 orang dinyatakan selamat, 15 orang meninggal dan sembilan orang hilang. Kondisi membahayakan manusia 51 orang selamat, tujuh orang meninggal dan enam orang hilang,” ungkapnya, Rabu (6/10).

Agar bisa meminimalisir kecelakaan kapal, ada beberapa hal yang harus diperhatikan untuk memulai pelayaran. Diantaranya, mengecek kelayakan kapal. Memperhatikan kondisi cuaca saat akan melakukan pelayaran hingga beberapa hari kedepan. Mengecek alat komunikasi dan navigasi berfungsi dengan baik.

“Di sisi lain, harus memperhatikan alat keselamatan, seperti pelampung dan ring buoy. Terakhir dan utama, jangan lupa berdoa untuk keselamatan,” pungkasnya. (b/ndi)