Menanti Tanda Tangan Gubernur

KENDARIPOS.CO.ID — Satu-satunya pengendali pemerintahan Kabupaten Kolaka Timur (Koltim) saat ini adalah Pj.Sekretaris Daerah (Sekda), Belli Tombili. Dia merangkap tugas sebagai Plh.Bupati Koltim. Dalam hitungan hari, Pj.Sekda Koltim bakal diganti oleh Sekda definitif.

Informasi itu disampaikan Wakil Gubernur (Wagub) Sultra Lukman Abunawas. Dia menyebut, calon Sekda Koltim definitif adalah Andi Muhammad Iqbal Tongasa yang juga mantan Pj.Sekda Koltim.
Saat ini Andi Muhammad Iqbal Tongasa menjabat Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Pemkab Koltim.

Wagub Lukman mengatakan Sekda Koltim definitif akan segera dilantik. Saat ini tinggal menunggu pendatanganan oleh Gubernur Sultra Ali Mazi. “Sudah ada surat rekomendasi Menteri Dalam Negeri (Mendagri) tentang persetujuan pengangkatan dan pelantikan saudara Andi Muhammad Iqbal Tongasa sebagai Sekda Kabupaten Koltim definitif. Sekarang tinggal tunggu SK ditandatangani gubernur saja,” kata Wagub Lukman Abunawas kepada Kendari Pos, kemarin.

Ilustrasi (Net)

Ditanya jadwal pelantikan Sekda tersebut, Lukman Abunawas menegaskan kapanpun pelantikan dapat dilakukan ketika Gubernur Sultra Ali Mazi telah membubuhkan tanda tangan di lembaran SK. “Kalau sudah ditanda tangan hari ini, besok bisa dilantik. Jadi kita masih menunggu SK di tanda tangan gubernur,” jelasnya.

Mantan Bupati Konawe dua periode itu menambahkan, apabila nanti telah dilantik, Sekda Koltim harus fokus pada jabatannya saja sebagai Sekda. “Sementara untuk kepala daerah, bakal ada penjabat (Pj) Bupati. Hal ini dilakukan supaya APBD berjalan,” tutup Wagub Lukman Abunawas.

Pengamat politik Sultra, Dr. Najib Husain mengatakan, dengan adanya Sekda Koltim definitif, akan berimplikasi besar terhadap sistem pengelolaan pemerintahan di tengah kekosongan Bupati dan Wakil Bupati definitif. Sekda bisa membangun komunikasi diplomatis dengan legislatif untuk mendorong terbentuknya Panitia Khusus (Pansus) pemilihan Wakil Bupati Koltim.

“Pembentukan pansus sangat mendesak agar pemilihan Wakil Bupati Koltim segera diproses cepat. Peran Sekda sangat strategis dalam melobi DPRD. Wakil Bupati sangat dibutuhkan rakyat Koltim khususnya dalam merealisasikan program-program pemerintahan,” kata Dr. Najib Husain kepada Kendari Pos, kemarin.

Ranah kerja jabatan Sekda, kata dia, sangat terbatas. Substansinya hanya berfokus pada apsek administrasi. Untuk pengambilan kebijakan politik, mutasi, posisi Sekda tidak memiliki otoritas. “Meski nanti sudah ada Sekda defenitif, tetap kewenangannya terbatas,” ujarnya.

Dr.Najib Husain menjelaskan, Sekda definitif mesti mendorong para anggota legislatif Koltim, agar lebih serius berjuang menggelar pemilihan wakil Bupati. “Publik berharap kekosongan kepala daerah defenitif di Koltim tidak dibiarkan berlarut-larut. Kaerena dampaknya akan sangat memengaruhi aktualisasi program dan stabilitas pemerintahan,” tandas Najib. (rah/ali/b)

Pembentukan Pansus Sangat Mendesak