Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Konawe, H. Ardin,

KENDARIPOS.CO.ID– Dewan Pengupahan Konawe akan segera dibentuk dalam waktu dekat. Pembentukan lembaga tersebut dianggap sangat urgen dalam mengatasi permasalahan yang kerap dialami pekerja pabrik. Selain para tenaga kerja lokal (TKL) di wilayah tersebut, dukungan dibentuknya dewan pengupahan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) juga disuarakan oleh legislator Konawe.

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Konawe, H. Ardin, menyebut, secara kelembagaan pihaknya mendorong agar dewan pengupahan segera dibentuk. Dewan pengupahan merupakan solusi terbaik dan harus direspon cepat oleh Pemkab. Aspek kesejahteraan yang menjadi hal krusial para buruh dapat diformulasikan oleh dewan pengupahan tersebut.

“Jadi misalnya ada keluhan pekerja terkait gaji yang rendah, dewan pengupahan harus merespon. Kami di DPRD Konawe sangat mendukung dibentuknya dewan pengupahan, karena itu menyangkut perjuangan hak dan kesejahteraan buruh lokal,” tegas Ardin, kemarin.

Masalah dewan pengupahan menjadi salah satu agenda dalam rapat pembahasan kebijakan umum anggaran-prioritas plafon anggaran sementara (KUA-PPAS) Konawe tahun 2022. “Implikasi dari dewan pengupahan adalah kesejahteraan bagi para buruh. Saat ini Pemkab masih merancang agar bisa ketuk palu pada tahun anggaran 2022 mendatang,” beber politikus PAN Konawe itu.

Sementara itu, Ketua Dewan Pengurus wilayah (DPW) Federasi Kesatuan Serikat Pekerja Nasional (FKSPN) Sultra, Ramadhan, menyebut, dewan pengupahan di Konawe harusnya dibentuk sejak lama. Apalagi banyak kawasan industri, pertambangan maupun perkebunan yang luas di wilayah tersebut.

Lambannya pembentukan dewan pengupahan di Konawe dari informasi yang diperoleh FKSPN Sultra, sambungnya, disebabkan keterbatasan anggaran Pemkab. Padahal menurutnya, estimasi dana agar dewan pengupahan bisa berfungsi optimal hanya berkisar Rp 250 juta tiap tahun. “Kami harapkan Pemkab maupun DPRD Konawe agar menganggarkan lewat APBD. Sehingga pembentukan dewan pengupahan bisa secepatnya terealisasi,” pintanya. (b/adi)