–Warga Empat Kecamatan “Curhat” di Teporombua


KENDARIPOS.CO.ID — Warga dari empat kecamatan dan Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari berada dalam satu barisan, mengakselerasi pembangunan Kota Kendari. Semangat warga ikut andil dalam pembangunan ibu kota Sultra terpancar dalam forum dialog Teporombua. Forum yang digelar Pemkot dan Kendari Pos itu menjadi wahana “curhat” warga Kecamatan Kendari, Kendari Barat, Kadia dan Kecamatan Baruga.

Dalam Teporombua, warga Kecamatan Kendari bergantian menyampaikan aspirasi, unek-unek, hingga kritikan. Tak sedikit pula warga mengapresiasi pencapaian pembangunan Wali Kota Sulkarnain Kadir dalam melayani masyarakat. Beragam aspirasi disampaikan warga seperti masalah lampu jalan, infrastruktur, penanganan sampah, hingga menyangkut bantuan bedah rumah.

Wali Kota Kendari Sulkarnain Kadir (tengah), Direktur Utama Kendari Pos Irwan Zainuddin (kiri), Direktur Kendari Pos La Ode Diada Nebansi (kanan) foto bersama usai menyerahkan piagam penghargaan kepada empat camat di Kota Kendari dalam forum dialog Teporombua di Graha Pena Hall Kendari Pos, Kamis (21/10). Muh. Abdi/Kendari Pos

Warga Kampung Salo Kecamatan Kendari, Marianti, mengemukakan pentingnya penerangan di gang dan lorong pada malam hari. Ia meminta pengadaan lampu jalan tenaga surya sebanyak tujuh unit. “Ini sangat erat kaitannya dengan keamanan dan keselamatan warga terutama pada malam hari. Besar harapan kami, pengadaan lampu jalan untuk menerangi lorong-lorong,” kata Marianti dalam dialog Teporombua di Graha Pena Hall Kendari Pos, Kamis (21/10).

Warga RT 01 RW 02 Kampung Salo itu, tak lupa mengapresiasi kinerja Wali Kota Sulkarnain telah membangun Kampung Salo, yang secara gradual terus mengalami kemajuan. “Saat ini jalan menuju kawasan pekuburan kampung Salo sedang dibangun. Saya mewakili warga, mengucapkan apresiasi dan penghargaan atas dedikasi dan perhatian Wali Kota Kendari Sulkarnain,” tutup Marianti dalam dialog yang dipandu moderator Direktur Kendari Pos La Ode Diada Nebansi.

Warga Kelurahan Watu-Watu, Kecamatan Kendari Barat, Jubril Lahu menyampaikan persoalan infrastruktur jalan. Ia berpendapat kawasan Amarilis layaknya kampung. Masing jarang tersentuh pembangunan jalan setapak dan minimnya lampu jalan. Hanya ada tiga titik yang menyala di malam hari.

Adapun jalan setapak, dibenahi dua tahun lalu. Itupun memanfaatkan sisa anggaran kelurahan.
Jubril mengusulkan kawasan Amarilis dipoles menjadi kampung wisata. Alasannya, kondisi alam di Amarilis masih terawat dan lestari. “Keadaan fasilitas air bersih mohon diperhatikan. Terutama saat musim kemarau, sumber air kekeringan. Ketika hujan, ancaman longsor. Musim hujan kemarin, beberapa kali terjadi longsor,” ujar Jubril Lahu.

Warga Kecamatan Kadia, Rosnida mengapresiasi kinerja terbaik Wali Kota Sulkarnain. Sebab, banyak pembangunan infrastruktur yang ditempatkan di Kecamatan Kadia. Sebut saja Park Kendari atau Trans Studio, Kantor Kelurahan yang elegan, dan lain-lain. “Beberapa bulan lalu, warga Kadia ditimpa musibah angin puting beliung. Dalam waktu singkat Pemkot Kendari turun tangan memperbaiki kerusakan rumah warga dan memberikan bantuan. Alhamdulillah warga yang tertimpa musibah, sudah pulih dan bangkit dari bencana alam itu,” kisahnya.

Warga Kelurahan Watubangga Kecamatan Baruga, Rusman, menyampaikan unek-uneknya terkait efektivitas penyaluran bantuan bedah rumah. Warga yang mendapatkan bantuan terbilang mampu, sementara yang dinilai layak memperoleh bantuan justru tidak tersentuh. “Kami minta kepada Dinas PUPR Kendari agar ke depan menyalurkan bantuan bedah rumah tepat sasaran. Sehingga warga yang membutuhkan bisa memperoleh bantuan tersebut,” pinta Rusman.

Ia juga meminta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kendari memperhatikan sampah yang berserakan. Termasuk mewajibkan pengembang perumahan agar membuat bak sampah terlebih dahulu sebelum diberikan izin. Rusman tak sungkan mengapresiasi kinerja Wali Kota Sulkarnain. “Dengan program Kendari Terang, lorong-lorong di kelurahan kami saat ini sangat terang,” ungkap Rusman.

Sementara itu, Wali Kota Kendari Sulkarnain Kadir mengapresiasi kritikan dan usulan warga. Ia mengibaratkan yang manis belum tentu madu. Yang pahit belum tentu racun. “Sepahit apapun masukan warga, sudah menjadi tanggungjawab pemerintah,” kata Sulkarnain saat memulai menjawab aspirasi warga.

Terkait aspirasi Marianti warga Kampung Salo, ia akan berkoordinasi dengan dinas terkait, untuk pengadaan lampu jalan. Sulkarnain memastikan dalam waktu, lampu jalan sebanyak tujuh titik akan dipasang. Termasuk lampu jalan di kawasan Amarilis sejumlah 10 titik. “Program Kendari Terang, mohon maaf jika a mida yang terlewat. Karena sangat banyak yang mengusulkan. Dan Semua usulan akan ditindaklanjuti,” ujar Wali Kota Sulkarnain dalam Teporombua yang dihadiri Direktur Utama (Dirut) Kendari Pos Irwan Zainudin dan Kepala Dinas Kesehatan Kota Kendari, drg.Rahminingrum.

Politisi PKS itu mengemukakan, sebagian besar anggaran tahun 2020 hingga 2021 dialihkan ke penanganan covid-19.Tahun 2020 sekira Rp300 miliar diakomodir untuk penanganan covid.
“Penanganan Covid-19 prioritas karena menyangkut nyawa. Banyak program yang tidak terakomodir. Mohon kesabaran kita semua. Intinya, aspirasi dan masukan warga menjadi catatan penting bagi pemerintah untuk pembangunan daerah dan kesejahteraan masyarakat,” jelas Wali Kota Sulkarnain Kadir.

Di tempat yang sama, Kabid Cipta Karya PUPR Kendari Aswido mengaku akan mengecek kondisi jalan setapak di kawasan Amarilis. “Jika nanti memang mesti dibenahi maka akan menjadi keputusan program kerja tahun 2022,” kata Aswido.

Kabid Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman dan Pertanahan Kota Kendari, Tajwid, mengatakan, penentuan penerima bedah rumah tidak ditetapkan begitu saja. Namun melalui proses koordinasi yang panjang pihak kelurahan dan RT. “Ke depan jika ada yang merasa layak menerima bantuan bedah rumah, maka silakan koordinasi kepada RT atau kelurahan. Intinya saling koordinasi agar semua mendapat pelayanan,” kata Tajwid.

Kepala Dinas DLH Kendari, Nismawati menuturkan, pihaknya memaksimalkan pengelolaan. Selama 24 jam petugas kebersihan mengangkut sampah. Kendala dalam pengelolaan sampah adalah warga membuang sampah bukan pada waktunya. “Misalnya pagi, sampah sudah diangkut petugas. Tapi ada lagi warga yang membuang sampah. Ini yang menjadi masalah. Meski sudah ada sosialisasi, tapi tetap saja terulang,” kata Nismawati.

Nantinya, Tempat Pembuangan Sampah (TPS) di jalan-jalan protokol bakal dihilangkan. Diganti dengan sistem mengangkut sampah dari rumah ke rumah. “TPS di jalan protokol terkadang membuat kawasan kota menjadi kotor atau kumuh. Ini akan dihilangkan agar kawasan kota lebih tertata,” ujarnya. (ali/b)

Warga Baruga Apresiasi Kendari Terang Ala Sulkarnain