LATIHAN: Simulasi proses pemadaman kebakaran yang dicontohkan oleh petugas Damkar

KENDARIPOS. CO. ID –Dalam rangka mengantisipasi kebakaran di musim kemarau, Pemadam Kebakaran (Damkar) dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol) Bombana melakukan edukasi dan simulasi tentang cara pencegahan kebakaran di pemukiman masyarakat bajo Kelurahan Sikeli dan Desa Baliara Kecamatan Kabaena Barat.

Camat Kabaena Barat H. Musmuliadi, SH mengatakan tidak ingin insiden kebakaran terjadi di Bombana, seperti di salah satu perkampungan bajo di Papua, yang awalnya mungkin apinya kecil dan tidak berbahaya. Hanya saja penanganannya tidak profesional yang menyebabkan satu kampung ludes terbakar.

“Kita sangat bersyukur didatangi ilmu, kalau di agama itu sebaiknya kita yang mendatangi ilmu, sekarang malah sebaliknya. Jadi kita harus memanfaatkannya dengan baik, ” ungkapnya, kemarin.

Sementara itu, Kabid Damkar Satpol-PP Bombana, Waridin, menjelaskan ada beberapa kebiasaan masyarakat yang kerap disepelekan, yang bisa menjadi salah satu penyebab kebakaran. Salah satunya yakni, dengan menggabungkan colokan listrik untuk dua atau tiga alat elektronik sekaligus.

“Colokan kipas angin dan rice cooker itu lebih baik dipisahkan. Sebab, masing-masing alat ini memiliki beban yang berat, sehingga memungkinkan terjadinya korsleting listrik,” katanya.

Pihaknya meminta warga jika terjadi kebakaran di dalam rumah, sebaiknya tidak panik. Sebab kepanikan bisa menghilangkan kesadaran sehingga hal-hal yang seharusnya tidak dilakukan malah dilakukan, sehingga memperparah terjadinya kebakaran.

“Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan bisa menambah pengetahuan masyarakat terkait
cara pencegahan maupun proses memadamkan api. Melalui edukasi ini, warga juga bisa mengetahui apa penyebab dan sumber dari kebakaran itu sendiri serta alat apa saja yang bisa digunakan untuk memadamkan api,” pungkasnya. (idh/b)