Muhammad Ilwanto/Kendari Pos
Foto bersama Ketua GRANAT Sultra, Dr. La Ode Bariun, MH, (tujuh dari kanan, barisan kedua), didampingi Ketua KIA Sultra, Dr.M. Yusuf, M.H. (kanan) serta peserta, usai melaksanakan Kuliah Umum.

KENDARIPOS.CO.ID– Menyambut Mahasiswa Baru (Maba) Fakultas Hukum Univeritas Sulawesi Tenggara (FH Unsultra) menggelar kegiatan Kuliah Umum “Dialog Alumni dan Mahasiswa”. Keguatan berlangsung secara online dan offline yang bertempat di gedung WTC Unsultra.

Sejumlah pemateri didatangkan dalam kuliah umum ini. Mereka adalah Wakil Gubernur Sultra, Dr.H. Lukman Abunawas, M.Si., yang hadir secara online,  Ketua Gerakan Nasional Anti Narkotika (GRANAT) Sultra, Dr. La Ode Bariun, M.H., dan Ketua KAI Sultra, Dr.M. Yusuf, MH yang hadir secara langsung.

Rektor Unsultra, Prof.Dr. Andi Bahrun, M.Agrc., mengatakan kuliah umum ini merupakan program lanjutan yang telah dilakukan pihak universitas dalam menyambut Maba tahun 2021. Dimana setiap fakultas diberikan anjuran mengadakan penyambutan sesuai dengan ketentuan masing-masing.

“Kita sudah wajibkan semua fakultas untuk menggelar kegiatan seperti ini untuk memberikan kesan yang baik bagi mahasiswa. Bentuk kegiatannya sesuai kreativitas setiap fakultas, misalnya seminar, pengenalan lingkungan kampus, dan dialog. Itu sudah menjadi hak setiap fakultas untuk melakukan apa saja dalam menyambut Maba. Dalam waktu dekat ini, Fakultas Teknik juga akan mengadakan kegiatan penyambutan Maba,” Ungkap Andi Bahrun, Kamis (30/9).

Kuliah umum yang dihelat Fakultas Hukum ini dinilai positif. Apalagi ada sesi dialog melibatkan para alumni Unsultra, tentunya ini menjadi sebuah hal baik untuk terus menjaga silaturahmi dengan almamater.

“Melibatkan alumni dalam kegiatan akan memberikan warna tersendiri. Terlebih para alumni yang kini memilki kedudukan atau jabatan. Tentu akan memberikan semangat bagi para Maba, yang termotivasi untuk bisa menjadi seperti para seniornya,” terangnya.

Sementara itu, Dekan FH Unsultra, Dr. La Niasa, M.H., mengungkapkan Dialog Alumni dan Mahasiswa digelar untuk memberikan pengantar awal bagi mahasiswa baru.

“Sebenarnya ini untuk lebih mengenalkan sistem dan ilmu hukum bagi para mahasiswa baru melalui dialog secara terbuka. Artinya dengan sistem ini, mereka ada gambaran awal ilmu atau teori hukum seperti apa,” tandasnya. (ilw/b)