–Raih Penghargaan Alumni Pertama Program Profesi Insinyur se-Indonesia


KENDARIPOS.CO.ID — Pendidikan sebagai jembatan membangun daerah. Prinsip itulah, yang menjadi pelecut semangat Bupati Konawe Utara (Konut) Bupati Konut, Dr.Ir.H.Ruksamin, S.T., M.Si., IPU., ASEAN Eng.
dalam meningkatkan kualitas keilmuannya. Kendati gelar akademik berderet di depan dan belakang namanya, namun tak menjadikan Ruksamin jemawa. Sebaliknya, visi meningkatkan kualitas SDM melalui sektor pendidikan kian menggebu. Visi mulia itu dituangkan dalam misi program Konasara Jilid II.

Terbaru, Bupati Konut dua periode itu, mengukir prestasi di bidang profesi insinyur. Ia menerima penghargaan pin emas atas jasa kepeloporan keinsinyuran di Sultra, serta penghargaan alumni pertama profesi insinyur se Indonesia dari Universitas Muslim Indonesia (UMI). Bupati Ruksamin diwakili sang adik, Adhan menerima penghargaan di kampus UMI, Makassar. Sementara Bupati Ruksamin mengikuti seremoni penganugerahan penghargaan secara virtual dari Kota Kendari.

Piagam penghargaan Kepeloporan Keinsinyuran di Sultra dan penghargaan sebagai alumni pertama Program Profesi Insinyur se-Indonesia dari UMI Makassar.

Kepada Kendari Pos, Bupati Ruksamin mengatakan, penghargaan ini merupakan anugerah dari Sang Maha Kuasa, Allah SWT. Tak lepas pula dukungan keluarga besar, khususnya masyarakat Konut.
“Mudah-mudahan ini bisa menjadi pemacu semangat bagi generasi muda Konut dan Sultra, yang sedang mengenyam pendidikan. Dan mesti ditanamkan dalam diri, belajar itu tidak mengenal batas usia. Substansinya terletak pada semangat kemauan untuk terus belajar,” ujarnya kepada Kendari Pos, Jumat (22/10).

Ia menjelaskan, profesi insinyur sangat dibutuhkan dalam pembangunan daerah. Melalui kepakaran ilmu di bidang teknik yang ditekuni, pasti akan dibutuhkan bagi masyarakat, daerah, nusa dan bangsa. Karena itu, kata dia, generasi pelajar Konut dan Sultra pada umumnya, mesti merawat semangat belajar secara konsisten.

Ruksamin

“Konut sebagai daerah yang kaya sumber daya alam, khususnya pada sektor pertambangan, pasti membutuhkan tenaga-tenaga teknik profesional. Generasi muda wajib mempersiapkan diri agar nanti bisa menjadi pengelola SDA daerah,” pesannya.

Ketua DPW PBB Sultra itu menambahkan, maju dan mundurnya suatu daerah sangat ditentukan kualitas generasi muda. Jalan gemilang menjadi generasi berkualitas adalah melalui pendidikan. Ia berkeyakinan, jika pemuda-pemudi Indonesia yang mumpuni komprehensif di kancah ilmu pengetahuan, akan menjadi tonggak dasar penggerak perubahan dan kemajuan bangsa.

“Termasuk mengubah nasib, strategi gemilang hanya melalui pendidikan. Makanya sangat penting orang tua, mendidik anaknya sejak dini tentang pentingnya sebuah pendidikan. Dengan ilmu pengetahuan, tidak ada yang tidak mungkin,” urainya.

Bupati Ruksamin menjelaskan, kelebihan lain memiliki ilmu yang luas adalah mempengaruhi cakrawala berpikir, dan cenderung membentuk karakter berwibawa. Termasuk pekerjaan sulit, bisa diatasi dengan mudah.

“Catatan penting yang mesti dipahami bagi generasi muda, bahwa ilmu itu luas. Jadi, harus fokus pada bidang tertentu sebelum beralih ke bidang lain. Dengan fokus, maka kita akan menjadi pakar atas ilmu yang kita geluti. Seperti yang saya tekuni, yang akhirnya membuahkan hasil dan anugerah penghargaan. Ini semua tak lepas kerja keras dalam waktu yang panjang,” tandas Bupati Ruksamin. (ali/b)

Maju dan Mundurnya Daerah Ditentukan Kualitas Generasi Muda