Bupati Konut, Ruksamin

KENDARIPOS.CO.ID– Pembahasan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) reguler tahun 2022 akan segera dilakukan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) bersama Badan Anggaran (Banggar) DPRD Konawe Utara (Konut). Sebelum pembahasan APBD reguler terlaksana, terlebih dahulu dilakukan penyusunan rencana kegiatan anggaran (RKA) oleh setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Makanya, Bupati Konut, Ruksamin, menegaskan agar dalam menyusun RKA 2022, para pimpinan OPD harus memerhatikan Peraturan Bupati nomor 28 tahun 2021. “Menghadapi anggaran 2022 sebagai tahun pertama pelaksanaan RPJMD 2021-2026, maka Kepala OPD atau Kasubag Perencanaan dalam menyusun RKA untuk tetap memperhatikan dan menjabarkan program kegiatan dalam rencana kerja (Renja) 2022. Kemudian, Perbup nomor 28 tahun 2021 tentang RKPD tahun 2022,” kata Ruksamin, mengingatkan, dalam rapat kordinasi percepatan anggaran, akhir pekan lalu.

Tak hanya itu, Kasubag Perencanaan juga harus turut memerhatikan target kinerja rencana strategis (Renstra) OPD berpedoman pada RPJMD tahun 2021-2026 yang dalam waktu dekat ini akan ditetapkan menjadi produk hukum daerah. “Terkhusus OPD sebagai pelaksana kegiatan dasar, meliputi Dinas Pendidikan, Kesehatan, PUPR dan beberapa OPD lain, agar dalam menyusun program kegiatan untuk selalu memperhatikan indikator standar pelayanan minimal (SPM),” ujar Ruksamin mengarahkan.

Konut-1 itu menginstruksikan TPAD Konut agar dalam menyusun APBD 2022 agar berpedoman pada Permendagri nomor 27 tahun 2021. Sesuai arahan Kemendagri, kata Ruksamin, APBD tahun 2022 harus memberikan stimulus untuk mendukung reformasi struktural untuk pemulihan ekonomi dan juga meningkatkan daya saing daerah. “Difokuskan pada fungsi prioritas pendidikan dan kesehatan untuk mengantisipasi keadaan darurat, termasuk keperluan mendesak akibat pandemi Covid-19 atau bencana lainnya yang tidak dapat diprediksi. Jadi harus menambahkan alokasi belanja tidak terduga dalam APBD 2022 sebesar 5 sampai 10 persen,” pinta Ruksamin.

Ketua DPW PBB Sultra tersebut turut mendorong OPD dalam percepatan realisasi kegiatan tahun 2021 ditriwulan IV, baik yang bersumber dari dana alokasi umum, dana alokasi khusus maupun tugas pembantuan. (b/min)