DINAS PPPA KOLAKA FOR KENDARI POS
PERDANA: Plt Kepala Dinas PPPA Kolaka, Hj Andi Wahidah (empat dari kiri) bersama jajarannya berpose sai menerima piala dan sertifikat KLA dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) RI, di Jakarta, kemarin.


KENDARIPOS.CO.ID– Kolaka dinobatkan sebagai Kabupaten Layak Anak (KLA) tahun 2021. Itu dipastikan setelah Pemerintah Kabupaten (Pemkab) menerima trofi dan sertifikat KLA dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) RI, di Jakarta pada Selasa (12/10).

Plt Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Kolaka, Hj. Andi Wahidah yang menerima langsung trofi dan sertifikat tersebut, mengungkapkan, ada beberapa tingkatan dalam penghargaan KLA, yakni pratama, madya, nindya dan utama. Kategori yang diraih Pemkab Kolaka, adalah pratama.
“Kolaka baru masuk di kategori pratama setelah enam tahun berjuang untuk bisa memenuhi semua persyaratan yang ada. Untuk Provinsi Sulawasi Tenggara, baru dua daerah yang mendapat penghargaan KLA yaitu Kabapaten Kolaka dan Kota Kendari,” ungkapnya saat dihubungi, kemarin.

Wanita yang kini juga menjabat sebagai Kepala BKPSDM Kolaka tersebut mengatakan, atas prestasi yang diraih, maka Pemkab berpotensi mendapatkan tambahan anggaran. “Berdasarkan surat keputusan Kementerian PPPA, pemerintah daerah yang mendapat penghargaan KLA, selain diberi trofi dan sertifikat, juga akan dipertimbangkan untuk mendapatkan dana alokasi khusus non fisik,” ujarnya.

Untuk mendapatkan predikat KLA, kata Wahidah, ada beberapa kriteria yang harus dipenuhi oleh daerah. Sedangkan kriteria yang telah dipenuhi Pemkab Kolaka diantaranya yaitu pemenuhan akta kelahiran dan kartu identitas anak, sekolah ramah anak, serta Puskesmas ramah anak. “Insya Allah, kedepannya semua stakeholder menjadi bagian dari pemenuhan hak anak.

Kita harus kerja bahu-membahu untuk suatu kebaikan. Sebab nasib bangsa ini ditentukan oleh generasi sekarang yang disebut anak. Jadi, upaya tersebut bukan hanya untuk sekadar merebut penghargaan, tapi untuk kebaikan anak-anak, khususnya yang berada di Bumi Mekongga,” tuturnya. (c/fad)