(Foto Muhammad Ilwanto/Kendari Pos)
Pembukaan Debat Sambo Law
Fair Regional Sultra, kemarin (1/10) oleh Wakil Rektor III UHO, Dr. Nur Arafah, M.Si., didampingi Wakil.Dekan III FH UHO, Lade Sirjon, S.H., LL.M., (dua dari kiri) dan Wakil Dekan I FH UHO, Dr.Gunawan Tatawu, M.H. (tiga kanan) beserta panitia kegiatan, kemarin (1/10) di Aula FH UHO.


-Helat Debat Sambo Law Fair Regional Sultra

KENDARIPOS.CO.ID– Pusat Kajian Konstitusi (Pusakko) Fakultas Hukum (FH) Universitas Halu Oleo (UHO) menggelar debat Sambo Law Fair Regional Sultra dengan tema “Berkumpul, Bergerak, Beraksi, dan Berdiskusi Atas Nama Konstitusi”. Kegiatan yang berlangsung di Aula FH UHO ini, dibuka Jumat (1/10) hingga besok (3/10).

Event akbar ini, tak hanya diikuti mahasiswa FH UHO, tapi diramaikan sejumlah universitas di Bumi Anoa, yakni Universitas Muhammadiyah Kendari (UMK), Universitas Muhammadiyah Bau-Bau (UMB), Universitas Sulawesi Tenggara (Unsultra), dan Univeritas 19 November (USN) Kolaka. Ajang adu kemampuan debat di bidang hukum ini, merupakan sarana penyaluran bakat dan kreativitas mahasiswa yang dihadirkan Pusakko FH UHO.

Mewakili Rektor UHO, Wakil Rektor III UHO, Dr. Nur Arafah, M.Si., mengapresiasi kegiatan Pusakko FH ini. Katanya, menyelenggarakan event skala regional tentunya memberikan aspek positif bagi universitas dan khususnya mahasiswa.

“Kita memberikan ruang yang besar bagi seluruh mahasiswa dan lembaga, untuk mengadakan berbagai kegiatan. Dengan syarat bisa memberikan dampak yang baik bagi pengembangan kualitas jurusan, fakultas dan universitas. Kegiatan ini tentunya akan memberikan dampak yang baik bagi peningkatan lembaga. Ini skala regional yang tentu saja memberi nilai lebih,” ungkap Nur Arfah, saat membuka kegiatan, Jumat (1/10).

Wakil Dekan III FH UHO, Lade Sirjon, S.H., LL.M., mengungkapkan kebanggaannya serta apresiasi yang sangat besar terhadap Pusakko FH UHO yang sukses menghadirkan event akbar yang melibatkan berbagai universitas di Sultra.

“Sangat takjub dan bangga atas apa yang telah mereka lakukan. Artinya, ini akan memberikan sebuah hal yang baik bagi mahasiswa. Mereka bisa berkompetisi dengan kampus lain, dan tentunya akan menjadi sebuah wadah untuk meningkatkan dan mengembangkan kemampuan mereka menjadi lebih baik lagi, baik dari segi akademik dan publik speaking,” jelasnya.

Ketua Panitia Debat, Akbar Sitti Erlina, menuturkan bahwa kegiatan perdana ini bertujuan untuk mendorong kreativitas dan lebih meningkatkan kemampuan kompetensi mahasiswa hukum se-Sultra, khususnya dalam menguasai bidang keilmuannya. “Dengan tema debat, tentunya akan mengasah intelektual mereka, seperti mengenai isu-isu yang sedang hangat di masyarakat seperti Pemilu, Vaksin dan lain sebagainya,” ucapnya.

Selain Fakultas Hukum, kata dia, ada mahasiswa FISIP yang akan berpartisipasi dalam kegiatan debat. “Karena Fakultas Hukum di berbagai universitas di Sultra masih sedikit, sehingga kita mengundang juga FISIP. Bagaimanapun mereka juga mempelajari tentang hukum,” katanya.

Lanjut dia, untuk debat pihaknya menghadirkan berbagai juri yang memang sangat berkompeten dibidangnya. “Jurinya adalah dosen-dosen UHO dan dari luar UHO. Kami juga akan mengundang pihak Bawaslu, KPU, dan pengamatan politik Sultra,” paparnya.

Sebagai informasi, jumlah peserta debat dibagi atas delapan kelompok, dimana untuk tim UHO diikuti tiga tim, dua dari FH dan satunya dari FISIP, Unsultra satu tim, UMK satu tim, UNB satu tim, dan USN diikuti dua tim. (ilw/b)