Arifin Tasrif

KENDARIPOS.CO.ID– Dua perusahaan tambang yang beroperasi di Kabupaten Kolaka yaitu PT.Antam Tbk Unit Bisnis Pertambangan Nikel (UBPN) Sultra dan PT.Ceria Nugraha Indotama (CNI) ditetapkan masuk obyek vital nasional (Obvitnas) bidang mineral dan batu bara.

Hal itu dipastikan dengan Keputusan Menteri (Kepmen) ESDM nomor 202.K/HK.02/MEM.S/2021 tentang perubahan kedua atas keputusan Menteri ESDM nomor 77 K/90/MEM/2019 tentang obyek vital nasional bidang energi dan sumber daya mineral.

“Untuk bidang mineral dan batu bara terdapat 34 perusahaan yang masuk obyek vital nasional. Dua diantaranya adalah PT.Antam Tbk UBPN Sultra dan PT.CNI,” ujar Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) RI, Arifin Tasrif dalam keterangannya, Jumat (29/10).

Arifin menjelaskan, ada beberapa penilaian sehingga 34 perusahaan tambang tersebut ditetapkan sebagai objek vital nasional. “Berdasarkan hasil inventarisasi dan verifikasi kawasan/lokasi, bangunan/instalasi dan/atau usaha yang memenuhi ciri-ciri dan kriteria untuk ditetapkan sebagai objek vital nasional bidang ESDM sesuai dengan ketentuan Permen ESDM Nomor 48 Tahun 2018, perlu melakukan perubahan terhadap daftar objek vital nasional bidang ESDM,” jelasnya.

Untuk PT. CNI, selain ditetapkan masuk obyek vital Nasional, perusahaan tersebut juga ditetapkan masuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN). “Berdasarkan lampiran Perpres nomor 109 tahun 2020, tentang perubahan ketiga atas Perpres nomor 3 tahun 2016 tentang percepatan pelaksanaan PSN, PT CNI masuk dalam program pembangunan smelter,” bebernya.

Masih kata Arifin, berdasarkan capaian PSN tahun 2019 dan hasil evaluasi usulan PSN yang dikeluarkan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI, medio Mei 2020, dalam daftar usulan sektor smelter yang direkomendasikan. Dalam usulan tersebut terdapat nama PT.CNI yang masuk dalam nomor urut 15 untuk komoditas biji nikel di Sultra, dengan pengusul Menteri ESDM.

“Mengacu pada Perpres Nomor 109 tahun 2020, maka Kementerian Koordinator bidang Perekonomian, melalui Komite Percepatan Penyediaan Infrastruktur Prioritas (KPPIP) menetapkan penyelesaian program pembangunan smelter PT.CNI hingga tahun 2024,” tuturnya.

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI, Airlangga Hartarto melalui Permen nomor 7 tahun 2021 tentang perubahan Daftar PSN mencantumkan PT.CNI di Kolaka pada urutan PSN dalam pembangunan smelter. “PSN dilaksanakan sesuai kebijakan pembangunan nasional dan skala prioritas yang mempertimbangkan kebutuhan, kemanfaatan, dan daya dukung atas kelancaran PSN, serta konektivitas antarinfrastruktur dan/atau pusat kegiatan ekonomi.

Sehingga pelaksanaan PSN menjadi tepat sasaran dalam mewujudkan tercapainya pertumbuhan perekonomian nasional yang meningkat dan stabil, serta terealisasinya secara konkret pemerataan hasil pembangunan nasional ke seluruh lapisan masyarakat yang adil, makmur, dan sejahtera,” kata Airlangga. (fad/c)