Ilustrasi

KENDARIPOS.CO.ID– Proyeksi anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) Kabupaten Wakatobi pada tahun 2022 mendatang, mengalami penurunan. Jika target APBD 2021 sebesar Rp 891 miliar lebih, maka tahun depan, jadi Rp 881 miliar lebih.

Penurunan angka tersebut karena 2022 nanti tak ada lagi program hibah jalan daerah (PHJD) sebagai salah satu sumber lain-lain pendapatan daerah yang sah. Pelaksana tugas (Plt) Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Wakatobi, Nur Bahtiar, menjelaskan, proyek PHJD yang terealisasi sudah berakhir pada tahun 2021 ini. Sehingga tahun depan tidak ada lagi program tersebut di Wakatobi, sehingga mengakibatkan APBD berkurang.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Wakatobi, Nur Bahtiar,

Target pendapatan asli daerah (PAD) tahun 2021 sebesar Rp 35 miliar lebih dan pada 2022 nanti bertambah jadi Rp 36 miliar lebih. Di lain sisi, target pendapatan transfer pada tahun 2021 sebanyak Rp 810 miliar dan mengalami kenaikan pada tahun depan sebesar Rp 829 miliar lebih. Sementara untuk lain-lain pendapatan daerah yang sah turun drastis. Tahun lalu sebesar Rp 46 miliar lebih, maka 2022 nanti menjadi Rp 16 miliar lebih saja.

“Sumber pendapatan daerah tahun 2022 terdiri dari PAD, dana transfer dan lain-lain pendapatan daerah yang sah. Pada lain-lain pendapatan daerah yang sah ini memang turun karena ada PHJD pada tahun ini. Sementara tahun depan tidak ada lagi. Karena kuotanya hanya tiga tahun yakni 2019, 2020 dan 2021,” jelas Nur Bahtiar, Jumat (22/10). Namun secara garis besar kata Nur Bahtiar, tidak terlalu banyak perubahan pada APBD Wakatobi.

Jika dipresentasekan penurunannya sebesar 1,12 persen saja. Justru untuk PAD dan dana transfer mengalami kenaikan masing-masing 2,48 persen dan 2,40 persen. “Untuk tahun depan memang sudah tidak ada lagi PHJD. Karena program itu untuk daerah lain lagi. Di Wakatobi sudah kuota ketiga tahun ini atau yang terakhir,” tutupnya. (b/thy)