Prodi Sejarah FKIP Gelar Bimbingan Pengembangan Pembelajaran – Kendari Pos
Edukasi

Prodi Sejarah FKIP Gelar Bimbingan Pengembangan Pembelajaran

Muhammad Ilwanto/Kendari Pos
Suasana pelaksanaan bimbingan pengembangan pembelajaran yang dilakukan di FKIP UHO.

KENDARIPOS.CO.ID– Prodi Sejarah Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Halu Oleo (FKIP-UHO) menggelar bimbingan pengembangan perangkat belajar sejarah berbasis Berbasis Etnopedagogik Dalam Pembelajaran Sejarah di Era Pandemi Covid-19. Kegiatan ini didukung Asosiasi Guru Sejarah Indonesia (AGSI) Sultra, Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Sejarah SMA Kota Kendari, dan Himpunan Sarjana Pendidikan Ilmu-Ilmu Sosial Indonesia (HISPISI) Sultra.

Bimbingan yang diikuti 30 Guru SMA di Kota Kendari tersebut dilaksanakan di aula FKIP UHO. Ketua Tim Penyelenggara, Prof.Dr.H. Anwar Hafid, M.Pd., dan dua anggotanya, yaitu Isna M.Pd., dan Alimin Alwi, M.Pd.

Ketua Tim Penyelenggara Prof. Anwar Hafid, mengatakan bimbingan dilaksanakan untuk meningkatkan kompetensi dan skill  para guru dalam melaksanakan proses belajar mengajar dengan baik, meskipun di tengah kondisi pandemi Covid-19, yang berdampak pada sistem pembelajaran yang belum berjalan dengan normal.

“Pastinya kegiatan ini diharapkan untuk meningkatkan kemampuan para tenaga pengajar. Agar dalam memberikan sebuah pembelajaran bisa secara maksimal, meskipun dengan kondisi yang terbatas seperti saat ini,” ungkap Anwar Hafid, Selasa (12/10).

Ia menjelaskan, sistem Etnopedagogik dapat diartikan sebagai pendidikan yang berdasarkan pada budaya masyarakat, yang harus dilestarikan supaya bisa maju dan berkembang. Sehingga dapat terwujud kehidupan yang unggul dan hidup berdampingan dengan bangsa lain di dunia.

“Artinya bahwa melalui metode ini, bagaimana guru harus memberikan sebuah ilmu-ilmu sejarah, yang harus diketahui dan menjadi warisan budaya, yang harus dilestarikan. Tentunya dengan metode-metode pembelajaran yang modern dan lebih kreatif sehingga para siswa bisa dengan sigap menangkap materi yang diberikan, meskipun dengan kondisi yang terbatas,” jelasnya. 

Lanjut dia, dalam kegiatan ini, penekanan yang diberikan kepada para guru adalah mengenai cara membuat perangkat pembelajaran berbasis Etnopedagogik, sesuai dengan suasana pembelajaran baik secara offline maupun online.

“Kita latih para guru untuk membuat Rencana Program Pembelajaran (RPP) berbasis Etnopedagogik , pembuatan bahan ajar, pembuatan media pembelajaran dan instrumen penilaian. Semua itu kita berikan kepada para guru agar mereka bisa lebih mudah memberikan pembelajaran kepada siswa. Karena tujuan kami adalah bagaimana pembelajaran sejarah bisa terus diminta dan disukai oleh para siswa. Mengingat sejarah merupakan mata pelajaran penting, dan harus dilestarikan,” tutupnya. (ilw/c)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Most Popular

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy