PKL dan Pemilik Warung Bangkit

KENDARIPOS.CO.ID — Pemerintah terus menjaga keberlangsungan usaha masyarakat. Ikhtiar itu terwujud dalam Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Salah satunya melalui Bantuan Tunai untuk Pedagang Kaki Lima dan Warung (BT-PKLW). Para pelaku usaha mikro (PKL dan Pemilik Warung) masuk sebagai penerima BT-PKLW agar bangkit dari terpaan pandemi Covid-19. Program ini bertujuan meringankan beban masyarakat yang menjalankan usaha mikro, terutama PKL dan warung yang terdampak penerapan PPKM Level 4 di 141 Kabupaten/Kota di 28 Provinsi.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) didampingi Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dan Gubernur DI Yogyakarta Sri Sultan Hamengkubowono X menyalurkan BT-PKLW secara langsung kepada para penerima di kawasan Malioboro Yogyakarta, Sabtu (9/10). Presiden juga berdialog dengan pedagang penerima bantuan. Mantan Gubernur DKI Jakarta itu berharap agar program BT-PKLW bermanfaat membantu para PKL dan Pemilik Warung untuk mulai bangkit kembali setelah sekian lama terdampak pandemi Covid-19.

Presiden Jokowi didampingi Menko Perekonomian Airlangga Hartarto dan Gubernur DI Yogyakarta Sri Sultan Hamengkubowono X menyalurkan BT-PKLW secara langsung kepada para penerima di kawasan Malioboro Yogyakarta, Sabtu (9/10). Foto: Biro Komunikasi Kemenko Perekonomian

“Pada kesempatan ini, saya resmikan dimulainya pemberian bantuan tunai untuk 1 juta pedagang kaki lima dan warung-warung kecil di seluruh Indonesia. Diberikan bantuan sebesar Rp1,2 juta per orang dan dimulai pertama kali di kawasan Malioboro, Yogyakarta,” ujar Presiden Jokowi di tengah-tengah para pedagang di Kawasan Malioboro.

Tujuan utama program BT-PKLW ini, selain untuk meringankan beban PKL dan Pemilik Warung yang terdampak penerapan PPKM Level 4 pada masa pandemi, juga untuk mendorong agar bisa segera bangkit kembali seiring dengan perbaikan situasi pandemi. Para penerima BT-PKLW adalah PKL dan Pemilik Warung yang belum mendapatkan bantuan melalui skema Banpres Produktif Usaha Mikro (BPUM). Setiap penerima akan mendapatkan bantuan uang tunai sebesar Rp1,2 juta. Bantuan ini diberikan kepada 1 juta PKL dan Pemilik Warung, sampai akhir tahun 2021.

Dengan dimulainya penyaluran program BT-PKLW ini, secara bersamaan penyaluran di 141 kabupaten/kota di seluruh Indonesia. Penyaluran BT-PKLW melalui Polres dan Kodim dengan menggunakan aplikasi.

Menko Airlangga menyampaikan saat ini mesin pertumbuhan ekonomi sudah mulai membaik, seiring situasi pandemi yang semakin terkendali dan didukung oleh meningkatnya jumlah masyarakat yang telah divaksin. Kepercayaan diri masyarakat untuk beraktifitas mulai meningkat, sehingga berdampak baik untuk ekonomi masyarakat, termasuk sektor pariwisata yang mulai berangsur pulih.

“Program BT-PKLW diinisiasi untuk melengkapi program pemerintah yang sudah berjalan selama ini seperti BPUM, subsidi bunga KUR, penjaminan kredit modal kerja UMKM, PPh Final UMKM ditanggung pemerintah, dan restrukturisasi kredit UMKM,” ujar Airlangga Hartarto, Menko Perekonomian yang juga Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional.

Skema penyaluran melalui petugas Polri dan TNI mempertimbangkan efektivitas penyaluran bantuan secara cepat dan merata di seluruh Indonesia, dan langsung diterima masyarakat kecil. Polri dan TNI terjun langsung mendata dan memverifikasi PKL dan pemilik warung yang berhak menerima bantuan BT-PKLW. Calon penerima yang telah terdata dan terverifikasi akan menerima undangan untuk pengambilan BT-PKLW di kantor Polres atau Kodim setempat. (ltg/fsr/hls)

Skema Penyaluran Melalui Petugas Polri dan TNI