–Kejati Sultra Incar Calon Tersangka Baru


KENDARIPOS.CO.ID — Perlawanan Direktur Utama (Dirut) PT.Toshida Indonesia, LSO untuk terbebas dari status tersangka kandas. Permohonan praperadilan yang diajukan LSO tidak dapat diterima Pengadilan Negeri (PN) Kendari. Rupanya status daftar pencarian orang (DPO) yang disandang LSO menjadi penyebabnya. Rujukannya adalah ketentuan Surat Edaran Mahkamah Agung (SEMA) Nomor 1 tahun 2018 tanggal 23 Maret 2018.

Humas PN Kendari, Ahmad Yani mengatakan permohonan praperadilan LSO tidak dapat diterima ditetapkan dalam sidang pembacaan putusan yang dipimpin Hakim tunggal, Arief Hakim Nugraha, Kamis (21/10). “Sudah sidang pembacaan putus. Putusannya ‘NO’ (Niet Ontvankelijke Verklaard), gugatan praperadilan tidak dapat diterima karena formalitasnya itu tidak memenuhi,” ujar Ahmad Yani, kemarin.

Ahmad Yani menjelaskan pengajuan praperadilan bagi tersangka yang melarikan diri atau sedang dalam DPO, telah tegas diatur ketentuannya pada SEMA Nomor 1 tahun 2018. SEMA mengatur, dalam hal tersangka melarikan diri atau dalam status DPO, maka tidak dapat diajukan permohonan praperadilan.

Jika permohonan praperadilan tersebut tetap dimohonkan oleh penasihat hukum atau keluarganya, maka hakim menjatuhkan putusan yang menyatakan permohonan praperadilan tidak dapat diterima. Terhadap putusan tersebut tidak dapat diajukan upaya hukum. “Jadi putusan tidak dapat diterima dan ditolak itu berbeda. Tidak dapat diterima itu berarti belum diperiksa pokok perkaranya karena berstatus DPO,” jelas Ahmad Yani.

Merujuk dari SEMA itulah, hakim tunggal, Arief Hakim Nugraha, MH tidak dapat menerima permohonan praperadilan kedua yang diajukan Dirut PT.Toshida Indonesia, LSO. Sebab, LSO telah ditetapkan DPO oleh Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sultra setelah beberapa kali mangkir dari panggilan penyidik.

Sementara itu, penyidik Kejati Sultra Sugiatno, SH mengatakan, putusan hakim tunggal PN Kendari sudah tepat. “Ini membuktikan kerja-kerja yang kita lakukan sudah sesuai dengan KUHAP (kitab undang-undang hukum acara pidana),” ujarnya ditemui usai sidang putusan praperadilan, kemarin.

Terpisah, Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasipenkum) Kejati Sultra, Dody mengatakan putusan PN Kendari tidak dapat menerima praperadilan LSO, maka Kejati Sultra fokus terhadap pengungkapan perkaranya. Bahkan, penyidik telah mengantongi calon tersangka baru.

Kendati demikian, Dody belum dapat menjelaskan secara detail calon tersangka. Sebab, masih dalam pengembangan. “Yang jelas kami akan lanjut ke proses pemberkasan empat berkas dulu sampai tuntas. Nanti untuk tambahan tersangka akan kami sampaikan,” tutup Dody. (ndi/b)

Penyidik Kejati Fokus Penuntasan Kasus