Para Kader Baru aktivis dan satgas yang siap bekerja di lapangan untuk melakukan pencegahan serta pendampingan bagi korban kekerasan anak dan perempuan Kolaka Utara

KENDARIPOS.CO.ID– Cakupan untuk pencegahan dan penanganan terhadap kasus-kasus kekerasan yang berpotensi maupun sedang terjadi, dilakukan pihak Dinas Perlindungan Perem­puan dan Anak (DPPA) Kabupaten Kolaka Utara (Ko­lut). Kini, Organ­isasi Perangkat Daerah (OPD) tersebut telah merekrut 30 orang aktivis dan membentuk Satuan Tugas (Satgas).

Kabid Pencegahan dan Pen­anganan Kekerasan Terhadap Perempuan dan Perlindungan Anak pada DPPA Kolut, Apt. Har­vey, menjelaskan, 30 orang yang direkrut tersebut terdiri dari ak­tivis perlindungan anak terpadu berbasis masyarakat (PATBM). Mereka merupakan kader yang dijaring dari sejumlah desa untuk melakukan upaya-upaya pence­gahan. “Mereka di-SK-kan de­sanya masing-masing,” ujarnya, Jumat (1/10).

Sementara itu untuk Satgas PPA fungsinya pada upaya penanga­nan terhadap kasus yang sedang terjadi. Korban ke­kerasan maupun pelecehan yang dialami perempuan maupun anak akan didampingi hingga ke ranah kepolisian. “Ked­uanya (aktivis dan Satgas) akan berkolaborasi di lapangan,” kata Harvey.

Sebelumnya, telah ada 20 aktivis rekrutan Kementerian di Kolut. Hanya saja, wilayah tugas­nya masih sebatas Kecamatan La­susua dan Katoi. Meski demikian, mereka tentunya akan dilibatkan berperan pada wilayah penanga­nan di luar zona tugas masing-masing. Sebab saat ini terdapat 15 kecamatan di Kolut.

Upaya penambahan 30 kader tersebut sebagai perpanjangan tangan dan ujung tombak instan­sinya di lapangan. Langkah ke de­pan yang akan PPA lakukan adalah peningkatan silaturahmi dan sosia­lisasi ke desa-desa maupun seko­lah. Disamping itu langkah-langkah yang harus diambil bagi korban kekerasan dan lainnya agar bisa memperoleh pendampingan hu­kum.

“Pelayanan dilakukan gratis. Tahun ini tujuh kasus anak kami dampingi. Untuk kasus kekerasan perempuan, belum ada. Intinya kami selalu siap saat dibutuhkan,” pungkas Harvey. (c/rus)