ELYN IPO/KENDARI POS
PEMANFAATAN PINJAMAN : Bupati Buton, La Bakry (kedua dari kiri) saat menandatangani kesepakatan perpanjangan penarikan pinjaman disaksikan Direktur Bank Sultra, Abdul Latif (ketiga dari kiri), kemarin.


KENDARIPOS.CO.ID– Sejak September 2020 lalu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buton bersama manajemen Bank Sulawesi Tenggara (Sultra), terikat perjanjian kerja sama. Kedua pihak bertanda tangan dalam MoU pemberian dan penerimaan pinjaman untuk pembangunan daerah.

Pemkab Buton sudah menarik seluruh dana pinjaman sebesar Rp 148 Miliar pada September tahun ini. Namun karena alasan tertentu, Pemkab Buton tidak bisa menarik dana sesuai dengan kesepakatan awal, sehingga harus mengajukan izin perpanjangan.

Bank Sultra sebagai penyedia memberi respon positif. Keduanya kembali sepakat memundurkan jangka waktu penarikan dana hingga Juni 2022 mendatang. Kamis (14/10), MoU ditandatangani bersama di anjungan Takawa Pasarwajo. Bupati Buton La Bakry mengaku bersyukur jika usulan perpanjangan masa penarikan pinjaman itu disetujui oleh pihak Bank Sultra.

Selaku debitur, Pemkab Buton memang butuh sedikit kelonggaran untuk mengelola anggaran itu dengan maksimal. Kata dia, sesuai perjanjian awal, masa penarikan pinjaman disepakati dalam satu tahun, namun akhirnya tidak bisa disesuaikan, karena progres pekerjaan yang melambat. “Contohnya proyek pembukaan jalan di Kabungka-Lawele, karena cuaca hujan terus, sehingga alat tidak bisa bekerja maksimal dan waktu terhambat. Karena tidak mungkin dana bisa kita tarik lagi kalau pekerjaan baru berapa persen, makanya kita minta kebijakan perpanjangan,” urai La Bakry.

Ia memastikan, waktu yang diberikan Bank Sultra Sultra hingga Juni tahun depan dinilai sudah cukup untuk menyelesaikan sejumlah proyek yang dibangun dengan pembiayaan pinjaman itu. Mulai dari jalan, jembatan, kantor penghubung hingga pasar. “Kita pernah ada pengalaman di 2015 lalu. Pinjaman tidak bisa ditarik bahkan tak sampai 50 persen yang diambil. Nah kali ini semoga bisa 100 persen, apalagi sudah diperpanjang,” terangnya.

Direktur Utama Bank Sultra, Abdul Latif, mendukung Pemkab Buton dalam pemaksimalan pinjaman tersebut. Menurutnya, selama itu disepakati bersama dan dikawal langsung oleh notaris, maka perpanjangan penarikan dana, dinilai tidak ada masalah. “Ini pinjaman untuk pembangunan, kami sangat mendukung, dan semoga manfaatnya bisa segera dirasakan bersama,” katanya.

Untuk diketahui, Pemkab Buton baru melalukan penarikan pinjaman kurang lebih Rp 55 miliar. Tersisa kurang lebih Rp 91 miliar yang belum dicairkan. Penandatanganan MoU itu turut disaksikan Sekab, La Ode Zilfar Djafar dan sejumlah Kepala OPD lingkup Pemkab Buton. (b/lyn)