Pemred Kendari Pos Didaulat jadi Narasumber


KENDARIPOS.CO.ID — Perang terhadap Narkoba terus digaungkan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Kendari. Apalagi kasus penyalagunaan narkoba menunjukan tren peningkatan. Berdasarkan data BNN, jumlah pengguna narkoba di Indonesia mencapai 2,19 juta jiwa. Jika tidak dicegah, kondisi ini bisa menjadi acaman bagi generasi mendatang.

Tidak hanya melakukan tindakan hukum dan merehabilitasi pencandu narkoba, BNN intens menggandeng berbagai stake holder ambil bagian melakukan sosialisasi dan edukasi tentang bahaya narkoba. Kemarin, giliran insan media di Sultra baik media cetak, TV, Radio dan media online. Acara bertema “Penguatan Kapasitas Kepada Insan Media Untuk Mendukung Kota Tanggap Ancaman Negara (KOTAN)” menghadirkan para pimpinan media di Sultra. Pemred Kendari Pos, Inong Saputra didaulat menjadi salah satu narasumber.

Pemred Kendari Pos, Inong Saputra (kanan) didaulat menjadi narasumber dalam work shop Penguatan Kapasitas Insan Media Dalam Mendukung Kota Tanggap Ancaman Narkoba, di Swiss Bel-Hotel, Kendari, Rabu (27/10). MUH. ABDI ASMAUL AMRIN/KENDARI POS

Kepala BNN Kota Kendari, Dra Murniyaty M MPH Apt mengatakan kasus narkoba tiap tahun mengalami peningkatan. Untuk itulah, butuh keterlibatan semua stakeholder. Sebab mengatasi penyalahgunaan narkoba bukan sesuatu hal yang mudah. Negara-negara maju pun mengalami kesulitan yang sama.

“Perlu ada sinergisitas seluruh elemen baik lembaga pemerintah, swasta, media, organisasi dan tidak kalah penting peran masyarakat. Sebab kasus narkoba tersebar di lingkungan masyarakat. Makanya, dibutuhkan peran yang lebih dari seluruh aspek, untuk bersama-sama mengantasinya,” ungkap Murniarty saat memberi sambutan di acara sosialisasi BNN bersama insan media di Swis-Belhotel Kendari, Rabu (27/10).

Peran media kata dia, sangat penting. Tidak hanya mengambil peran kontrol, namun juga memberikan informasi dan pengetahuan kepada masyarakat tentang bahaya narkoba. Pasalnya, media bisa membangun opini publik sebuah aspek permasalahan. Atas dasar itulah, media menjadi platform paling efektif dan efisien memerangi penyalahgunaan narkoba.

Ia berharap media lebih kreatif dan inovatif, dalam menyajikan pemberitaan agar mampu betul-betul memberikan sebuah edukadi yang baik kepada masyarakat. Dengan begitu, bisa memberikan sebuah efek yang besar.

“Kita berharap media bisa menaikkan perannya dengan memberikan sosialisasi berupa ajakan dan seruan untuk bersama-sama stop menggunakan narkoba. Sebab hal ini akan memberikan dampak buruk bagi si pengguna dan generasi bangsa. BNN Kota Kendari akan terus melakukan berbagai upaya, ide dan gagasan. Kami siap mengandeng media, sebagai alat menyampaikan informasi,” ujarnya.

Pemred Kendari Pos, Inong Saputra mengapresiasi langkah pencegahan yang dilakukan BNN dan sudah sepatutnya mendapat dukungan dari semua stake holder. Sebagai media, Kendari Pos sangat mendukung berbagai kebijakan positif yang berpengaruh pada kemaslahatan masyarakat.

“Kita siap menjadi sebuah wadah untuk BNN Kota Kendari, untuk melakukan berbagai sosialisi, memberikan pengetahuan mengenai bahaya dan dampak dari narkoba. Sudah menjadi tugas media, bisa memberikan informasi dan edukasi kepada masyarakat mengenai peristiwa, kejadian dan kasusu apa saja yang terjadi. Olehnya itu, Kendari Pos akan siap membantu BNN dalam memberantas narkoba, dengan berbagai berita edukasi tentang penyalahgunaan narkoba,” ujarnya. (b/ilw)