Kepala Disdukcapil Kolaka, Wardi,

KENDARIPOS.CO.ID–Medio tahun 2021 lalu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kolaka melalui Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) berencana mengadakan mesin pencetak administrasi kependudukan (Adminduk). Namun belakangan terungkap, pengadaan mesin tersebut dibatalkan. “Saya batalkan karena mesin itu rawan rusak. Lampu jalan saja yang di tengah kota dirusak, apalagi alat seperti itu. Bisa jadi baru dua hari dipasang, sudah rusak,” alasan Plt Kepala Disdukcapil Kolaka, Wardi, saat ditemui, kemarin.

Meksi tidak jadi mengadakan mesin pencetak Adminduk, Wardi optimis pelayanan di Bumi Mekongga tetap berjalan lancar dan baik. Sebab, pihaknya menerapkan program jemput bola (Jebol).
“Jadi supaya warga yang di pelosok tidak susah ke kota untuk mengurus Adminduk, kami layani dengan sistim Jebol. Camat, lurah, atau kepala desa mendata warganya yang mau mengurus Adminduk, lalu menyampaikan kepada kami.Setelah itu, kami tentukan harinya untuk mendatangi mereka,” jelas Wardi.

Untuk diketahui, sebelumnya Disdukcapil Kolaka yang saat itu dipimpin Muhammad Bakri mengusulkan anggaran Rp 200 juta untuk pengadaan dua mesin adminduk di tahun 2022 mendatang. Rencananya, mesin tersebut akan ditempatkan pada wilayah bagian utara dan selatan. Tujuan pengadaan mesin tersebut untuk mempermudah warga di pelosok mendapatkan pelayanan Adminduk yang dibutuhkan. Dengan adanya mesin tersebut maka warga dapat mencetak sendiri dokumen kependudukan yang dibutuhkan. (b/fad)