Menuju Puncak Legitimasi

KENDARIPOS.CO.ID — Kerja keras Pemkot Kendari dalam memenuhi seluruh hak anak menuai prestasi. Pemkot memboyong penghargaan berhasil Kota Layak Anak (KLA) kategori Nindya dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA). Penghargaan diserahkan Menteri PPPA I Gusti Ayu Bintang Darmawati atau Bintang Puspayoga di Jakarta, kemarin.

Dengan raihan kategori Nindya, kini Pemkot Kendari menuju puncak legitimasi penghargaan KLA. Klasifikasi apresiasi KLA di daerah dengan kategori tertinggi utama, disusul kategori nindya, madya dan pratama. Pemkot mengoleksi delapan penghargaan KLA sejak tahun 2011. Rinciannya, tiga predikat pratama, empat madya dan satu nindya (lihat grafis).

Wali Kota Kendari, Sulkarnain Kadir (kiri) didampingi Plt.Kepala DP2PA Kendari, Ratna Dewi (kanan) memperlihatkan piala dan penghargaan Kota Layak Anak (KLA) 2021 yang diterimanya dari Menteri PPPA RI di Jakarta, kemarin. Foto: HUMAS PEMKOT KENDARI

Berdasarkan hasil penilaian Kementerian PPPA, Pemkot Kendari mengoleksi 894 poin dan berhak atas predikat nindya. Sedangkan, untuk mencapai KLA sesuai Peraturan KPPPA di butuhkan 900–1.000 poin. Pemkot Kendari melewati empat tahap penilaian yakni, penilaian mandiri, verifikasi administrasi, verifikasi lapangan hybrid dan verifikasi final.

Wali Kota Kendari, Sulkarnain Kadir semringah atas prestasi Pemkot Kendari yang meraih penghargaan KLA kategori nindya. Penghargaan tersebut merupakan buah kerja keras seluruh pihak terkait yang mengupayakan pemenuhan hak anak di Kota Kendari. Meski begitu, ia berharap jajaran Pemkot Kendari tidak berpuas diri dengan prestasi yang dicapai.

Hal yang utama bagi Sulkarnain adalah memastikan anak-anak di Kendari bisa merasakan bahwa Kendari layak untuk mereka bermukim. “Kalau masih ada kekurangan maka itu merupakan hal yang luput dari pantauan kita sebagai manusia biasa. Akan tetapi kita akan terus berusaha untuk membenahinya sehingga kita bisa menghadirkan kota yang layak bagi anak di Kota ini,” kata Sulkarnain Kadir kepada Kendari Pos, Selasa (12/10) kemarin.

Senada, Wakil Wali Kota Kendari, dr.Siska Karina Imran mengapresiasi usaha dan kerja keras gugus tugas KLA Kota Kendari yang berupaya maksimal memenuhi 24 indikator penilaian KLA. “Kerja kita tidak sampai di sini, karena tugas kita memberikan pelayanan terbaik bagi seluruh warga kota Kendari, khususnya anak-anak harus terus kita lakukan utamanya menciptakan Kendari yang layak bagi anak,” ujarnya.

Ketua Gugus Tugas Kota Layak Anak Kota Kendari, Ridwansyah Taridala, mengatakan capaian pengharggan Nindya tak lepas dari dukungan Wali Kota Kendari Sulkarnain Kadir yang menekankan seluruh stakeholder memenuhi kebutuhan hak-hak dasar bagi anak. Misalnya pemenuhan hak anak pada bidang pendidikan, gugus tugas KLA memberikan pendampingan untuk mencapai indikator sekolah ramah anak, mengampanyekan pencegahan perkawinan usia dini, mengampanyekan anti kekerasan anak di sekolah, serta membangun sekretariat bersama sekolah ramah anak.

Adapun jumlah sekolah ramah anak di Kota Kendari tercatat sebanyak 89 sekolah. Rinciannya, sebanyak 4 sekolah Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), 62 SD dan 23 SMP.

Pada bidang kesehatan, Gugus Tugas KLA Kota Kendari memberikan pendampingan pencapaian indikator Puskesmas dan rumah sakit ramah anak. Saat ini 15 Puskesmas ramah anak dan 4 rumah sakit ramah anak dari 14 rumah sakit. “Pada dua fasilitas kesehatan (Faskes) tersebut kita lengkapi dengan sarana bermain anak dan Posyandu untuk kesehatan ibu hamil,” kata Ridwansyah Taridala.

Kepala Bappeda Kota Kendari itu menyebut, sektor pendidikan dan kesehatan merupakan beberapa bagian dari indikator penilaian kota layak tahun ini. Pemkot Kendari telah membenahi 22 sektor lainnya dalam upaya penilaian KLA.

Terpisah, Menteri PPPA Bintang Puspayoga mengapresiasi upaya Pemkot Kendari yang berhasil meningkatkan peringkat KLA dari madya menjadi nindya. Menteri Bintang Puspayoga mengungkapkan Kota Kendari merupakan satu dari 275 daerah yang mendapatkan penghargaan KLA dengan berbagai predikat mulai Pratama, Madya, Nindya. Predikat Utama adalah yang tertinggi dalam klasifikasi KLA.

“Semoga berbagai penghargaan tersebut dapat memberikan inspirasi, motivasi, kekuatan dan dorongan bagi kita semua khususnya kabupaten/kota provinsi di seluruh Indonesia untuk menjadikan program pembangunan anak sebagai prioritas untuk mewujudkan anak terlindungi Indonesia maju,” kata Bintang Puspayoga. (ags/b)

Menteri PPPA mengapresiasi Pemkot Kendari