-ILD Kota Kendari Tempati Urutan 17

KENDARIPOS.CO.ID — Warga metro mulai beralih menjadi masyarakat modern. Indikator itu terlihat dari Indek Literasi Digital (ILD) Kementerian Kominfo Mei 2021 lalu. Kota Kendari yang berada diurutan 17 besar dari 514 Kabupaten/Kota di Indonesia. Itu artinya, teknologi informasi (IT) bukanlah awam bagi warga Kota Lulo. Atas dasar itu, Pemkot Kendari mendapat amanah mengawal dan mengawasu program literasi digital.

Wali Kota Kendari, Sulkarnain Kadir mengatakan masyarakat Kota Kendari cukup aktif menggunakan atau memanfaatkan IT dalam kehidupan sehari-hari. Peningkatan penggunaan IT tak lepas kreatifitas dan inovasi Pemkot melalui berbagai layanan digital. Diantaranya, Layanan Interaktif Kendari (Laika), Pajak Menyapa (Jakpa) dan Aplikasi Jaga Kendari (Jari) dan teranyar aplikasi Elektronik Program Pencegahan Korupsi (e-Proksi).

Plt.Kepala Dinas Kominfo, Fadlil Suparman (kiri) bersama Inspektur Kendari, Syarifuddin (kanan) sempatkan foto bersama perwakilan dari Kementerian Kominfo usai menggelar pertemuan. AGUS SETIAWAN/KENDARI POS

“Hadirnya berbagai inovasi tersebut mau tidak mau mendorong masyarakat untuk melek teknologi. Ini sangat baik agar masyarakat bisa semakin meningkat kemampuan IT-nya. Namun di sisi lain, pengawasan literasi digital harus tetap menjadi perhatian,” kata Sulkarnain kemarin.

Plt. Kepala Dinas Kominfo Kendari, Fadlil Suparman mengaku telah mendapatkan amanah dari Itjen Kementerian Kominfo RI untuk membantu mengawal dan mengawasi program literasi digital bersama Inspektorat Kendari. Upaya ini dalam rangka menjaga tingkat literasi digital yang sudah dicapai sekaligus mengajak masyarakat untuk lebih melek IT (Informasi dan Teknologi).

“Yang paling utama, bagaimana kita mengajak masyarakat bisa memanfatkan tekonologi informasi dengan baik dan bijak, tidak termakan isu hoaks, perilaku intoleran dan disinformasi,” kata Fadlil, kemarin.

Berdasarkan hasil penilaian Kementerian Kominfo pada Mei lalu, tingkat Indek Literasi Digital (ILD) Kota Kendari berada diurutan 17 besar dari 514 Kabupaten /Kota se- Indonesia. Atas dasar itulah, pihaknya siap berkolaborasi dengan Inspektorat mengawal program tersebut.

Terpisah, Inspektur Kota Kendari, Syarifuddin menyambut baik amanah dari Kemenetrian Kominfo soal pengawasan program literasi digital. Dengan sumber daya yang ada, ia berkomitmen mengawasi seluruh pemanfaatan layanan digital terutama yang ada di lingkup pemerintahan. “Kami siap bersinergi,” ujarnya. (b/ags)