Kepala Dinas Pariwisata, Kepemudaan dan Olahraga (Disparpora) Konawe, HM. Nur,

KENDARIPOS.CO.ID– Meski Pantai Toronipa masuk dalam teritorial Konawe, namun Pemerintah Kabupaten (Pemkab) ternyata belum sepenuhnya memiliki kewenangan dalam mengelola objek wisata tersebut. Itu karena, kawasan yang berada di bantaran bibir pantai dikelola masyarakat setempat.

Belum ada aset fisik milik Pemkab sebagai dasar penarikan retribusi bagi wisatawan yang berlibur ke Pantai Toronipa. Makanya, Pemkab Konawe baru berencana membangun panggung hiburan Pantai Toronipa untuk mengoptimalkan manajemen pengelolaan destinasi di Kecamatan Soropia tersebut.

Kepala Dinas Pariwisata, Kepemudaan dan Olahraga (Disparpora) Konawe, HM. Nur, mengakui, saat ini pihaknya memiliki keterbatasan dalam mengintervensi pengelolaan Pantai Toronipa. Dalam waktu dekat, Pemkab berupaya mencari lahan strategis untuk mendirikan bangunan fisik di kawasan objek wisata itu. “Minimal bisa berdiri panggung hiburan dan pos PAD. Kalau memungkinkan, kami juga berencana membangun vila,” ujar HM Nur, kemarin.

Mantan Camat Pondidaha itu enggan menyebut estimasi anggaran pembangunan panggung hiburan di Pantai Toronipa. Namun ia memastikan, itu menjadi prioritas utama yang dibangun pada tahun 2022 mendatang. Jika tuntas, Pemkab Konawe telah memiliki bangunan fisik di pantai Toronipa sebagai dasar penarikan retribusi dalam mendulang pendapatan asli daerah (PAD).

“Sesuai aturan, objek wisata kalau belum ada aset atau bangunan fisik yang dibangun Pemerintah dDaerah didalamnya, maka itu tidak bisa ditarik retribusi. Nantinya juga, panggung hiburan tersebut bisa digunakan sebagai tempat gelaran event-event regional maupun nasional,” tandasnya. (c/adi)