Ari­fin Jamal,

Ganti Rugi Rp 1,05 Miliar akan Dititip di Pengadilan
KENDARIPOS.CO.ID– Proyek pelebaran Jalan Cakalang di Kelurahan Dawi-Dawi, Kecamatan Pomalaa, Kabupaten Ko­laka, hingga kini belum tuntas. Salah satu penye­babnya karena masih ada dua warga yang rumahnya enggan untuk dibongkar. Mereka belum menyepak­ati besaran uang ganti rugi yang akan dibayarkan pemerintah.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Pe­nataan Ruang Kolaka, Ari­fin Jamal, mengungkapkan, proyek tersebut akan kem­bali dilanjutkan. Pihaknya telah menyiapkan angga­ran pengerjaan jalan terse­but, termasuk dengan ganti rugi kedua rumah tersebut.

“Ganti rugi kami ang­garkan lagi dan jika pe­milik dua rumah itu ma­sih belum menerima, maka uangnya kami titip di Pengadilan. Terkait waktu pasti penitipan uang tersebut menjadi kewenangan Bagian Hu­kum,” ujar Arifin Jamal, Jumat (1/10). Sementara itu Kepala Bagian Hukum Setkab Kolaka, Hasimin, mengatakan, besaran ganti rugi yang akan di­berikan pada warga pe­milik dua rumah tersebut masih sama den­gan nilai yang telah ditetapkan Tim Appraisal sebelumnya, sebesar Rp 1,052 miliar.

Menurutnya, uang ganti rugi itu akan dititipkan di Pengadilan pada tahun 2022 men­datang.
“Selanjutnya kami akan somasi pemilik rumah tersebut. Jika mereka ke­beratan maka penyele­saian melalui hukum. Nanti setelah ada putu­san dari pengadilan baru kami membongkar ked­ua rumah itu dan menuntaskan proyek pelebaran jalan tersebut,” jelasnya. Untuk diketahui, Jalan Cakalang diperbesar menjadi dua jalur dengan lebar 24 meter dan pan­jang 400 meter. Pelebaran rute tersebut diharapkan dapat mempercepat roda perekonomian karena ak­ses dari Kota Kolaka ke Bandara Sangia Nibandera dan Kampus USN Kolaka di Tanggetada dan seba­liknya, bisa lebih lancar.

Jumlah rumah warga yang terkena dampak proyek tersebut sebanyak 106 unit rumah. Dari jum­lah tersebut, 104 rumah tuntas ganti dirugi dan su­dah dibongkar. Sedangkan untuk dua rumah lainnya, pemilik meminta ganti rugi di atas nilai yang telah ditetapkan oleh Tim Ap­praisal. (b/fad)